News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

5 Populer Internasional: Ledakan di Apartemen Iran - 5 WNI Selamatkan Lansia Terjatuh di Parit

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger


TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia dalam 24 jam terakhir.

Ledakan di Bandar Abbas, Iran menewaskan seorang anak dan melukai 14 orang.

Tasnim News Agency menyebut penyebabnya kebocoran gas dan membantah adanya serangan terhadap komandan IRGC.

Sementara itu, lima pekerja migran Indonesia di Kumamoto, Jepang, menunjukkan kepedulian dengan menolong seorang lansia Jepang yang terjatuh ke parit di tengah suhu dingin. 

Berikut berita selengkapnya.

1. Ledakan di Iran Tewaskan 1 Orang, Media Berafiliasi IRGC Bantah Ada Serangan

Sebuah ledakan dahsyat mengguncang sebuah gedung apartemen di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran, menewaskan seorang gadis berusia 4 tahun.

Mengutip The Canadian Press, ledakan itu terjadi pada Sabtu (31/1/2026), sehari sebelum latihan angkatan laut yang direncanakan Iran di Selat Hormuz.

Sebanyak 14 orang lainnya dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

Kantor Berita Tasnim, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengutip pernyataan pihak pemadam kebakaran yang menyebut ledakan itu disebabkan oleh kebocoran gas.

Kantor berita tersebut membantah klaim bahwa seorang komandan angkatan laut Garda Revolusi menjadi sasaran.

Mereka menyatakan rumor tersebut sepenuhnya salah dan merupakan bagian dari operasi psikologis kelompok-kelompok anti-Iran.

LEDAKAN DI IRAN - Tangkap layar YouTube DNAIndiaNews 31 Januari 2026, memperlihatkan sebuah ledakan di Iran. Ledakan di Bandar Abbas menewaskan seorang anak dan melukai 14 orang, diduga disebabkan oleh kebocoran gas. (tangkapan layar)

Secara terpisah, empat orang juga dilaporkan tewas dalam ledakan gas lainnya di sebuah gedung perumahan di kota Ahvaz, barat daya Iran.

Protes berskala besar yang terjadi sejak akhir Desember 2025 telah menyebabkan banyak korban jiwa di Iran.

Presiden AS Donald Trump berulang kali menekan Iran agar melakukan negosiasi mengenai program nuklirnya.

Dalam pernyataan terbaru pada Sabtu (31/1/2026), pejabat keamanan tertinggi Iran mengatakan ada kemajuan dalam negosiasi dengan Amerika Serikat, meskipun kepala militer Republik Islam memperingatkan AS agar tidak melancarkan serangan militer.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini