News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Angkat Bicara, Tegaskan Tak Pernah Terima Ultimatum Perundingan Nuklir dari Trump

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran secara tegas membantah klaim Presiden AS Donald Trump terkait ultimatum perundingan nuklir.

Pemerintah Iran menegaskan tidak pernah menerima tenggat waktu ataupun ancaman resmi dari Washington untuk memulai kembali pembicaraan nuklir.

Bantahan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers pada Senin (2/2/2026).

“Iran merupakan negara yang selalu bertindak dengan kejujuran dan keseriusan dalam proses diplomatik, tetapi tidak pernah menerima ultimatum,” tegas Baghaei, seperti dikutip dari Mint.

Adapun bantahan ini diungkap menanggapi pernyataan Trump yang sebelumnya mengklaim telah memberikan ultimatum kepada Teheran disertai ancaman aksi militer.

Dimana Trump secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat telah menyiapkan opsi militer jika Iran tidak bersedia mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya. 

Dalam beberapa kesempatan, ia menyebut pengerahan “armada besar” seperti kapal induk, kapal perusak berpeluru kendali, pesawat tempur, serta sistem pertahanan udara dan rudal ke kawasan Teluk Persia sebagai bagian dari upaya menekan Teheran.

Iran Jajaki Jalur Diplomatik

Meski membantah ultimatum, Iran menegaskan tetap membuka peluang diplomasi untuk meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat.

Baca juga: Khamenei Tuduh AS Mau Rebut Minyak Iran, Trump: Tentu Dia akan Mengatakan Itu

Baghaei menegaskan bahwa jalur perundingan masih terbuka, dengan catatan proses tersebut harus dilakukan tanpa tekanan maupun ancaman militer.

Ia menyebutkan bahwa Teheran saat ini tengah menelaah sejumlah opsi diplomatik yang melibatkan negara-negara regional sebagai perantara dalam pertukaran pesan antara Iran dan Amerika Serikat.

“Berbagai poin telah saling disampaikan, dan kami saat ini sedang memutuskan serta menelaah detail dari setiap proses diplomatik, yang kami harapkan akan membuahkan hasil dalam beberapa hari mendatang,” ujar Baghaei, dikutip Reuters.

Baghaei juga menambahkan bahwa langkah tersebut berkaitan dengan penyusunan kerangka kerja awal untuk kemungkinan pembicaraan nuklir lanjutan.

Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai adanya pembicaraan langsung antara Amerika Serikat dan Iran, sejumlah sinyal paralel mengindikasikan kontak diplomatik di balik layar tengah berlangsung.

Mengingat belakangan Presiden AS Donald Trump menyatakan harapannya agar Washington dapat mencapai kesepakatan dengan Teheran.

Pernyataan itu muncul tak lama setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan bahwa setiap serangan militer AS terhadap Iran akan berujung pada perang regional.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini