News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Megawati Bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi, Soroti Krisis Iklim dan Teknologi Penyulingan Air

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger


TRIBUNNEWS.COM, ABU DHABI - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, membahas berbagai isu krusial, mulai dari penanganan bencana, ancaman perubahan iklim, hingga kerja sama riset dan teknologi antara kedua negara.

Pertemuan keduanya berlangsung di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan (Palace of the Nation), Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UAE), Rabu (4/2/2026) waktu setempat.

Baca juga: Megawati Soekarnoputri Sampaikan Pesan Perempuan Indonesia di Forum UEA

Sheikh Khaled mengawali perbincangan dengan menyampaikan ucapan simpati atas musibah banjir yang melanda Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. 

"Putera Mahkota menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas musibah banjir yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat," kata Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Agama (non-aktif) yang juga Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, yang turut mendampingi. 

Megawati kemudian menjelaskan saat ini proses pendampingan, pemulihan, dan pembangunan kembali wilayah terdampak tengah berproses. 

 

MEGAWATI BERTEMU PUTRA MAHKOTA - Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat bergandengan dengan Nancy Prananda, menuju agenda bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Qasr Al Watan, Kompleks Istana Kepresidenan Uni Emirat Arab (UEA), Jalan Al Ras Al Akhdar, pada Rabu (4/2/2026) siang waktu setempat (Tribunnews.com/Danang Triatmojo)

 

Putri proklamator Bung Karno ini lalu menyoroti akar masalah bencana hidrometeorologi, yaitu perubahan iklim.

Ia mengungkit perbincangannya dengan Paus Fransiskus soal keseriusan dunia internasional dalam mencegah dampak buruk perubahan iklim bagi peradaban kemanusiaan. 

"Ibu Megawati menyampaikan problem serius perihal perubahan iklim. Beliau menceritakan perbincangannya bersama Paus Fransiskus mengenai keseriusan dunia internasional dalam masalah ini, karena dampaknya sangat nyata bagi peradaban kemanusiaan," kata Zuhairi.

Megawati mengajak Putra Mahkota agar ikut menyuarakan urgensi penanganan iklim global. 

Sheikh Khaled pun menyambut positif gagasan ini dan menyatakan komitmennya dalam menghadapi ancaman nyata di depan mata tersebut. 

Selain isu lingkungan, Megawati juga memperkenalkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kepada Putra Mahkota. 

Ia menegaskan posisi BRIN sebagai garda depan dalam membangun peradaban bangsa lewat riset ilmiah. 

Dirinya menjabarkan bahwa BRIN saat ini punya lebih dari 8.144 peneliti di berbagai bidang yang selama ini membantu pemerintah RI mengembangkan inovasi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini