TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri petahana Thailand, Anutin Charnvirakul, mengakui dirinya terkejut atas besarnya dukungan kepada Partai Bhumjaithai yang dipimpinnya dalam pemilihan umum kali ini.
Anutin pun menyebut, rasa patriotisme rakyat Thailand sebagai faktor utama yang mendorong kemenangan besar partainya pada Pemilu yang digelar pada hari Minggu (8/1/2026).
"Hasil ini jauh melampaui ekspektasi kami," ujar Anutin dalam konferensi pers pada Senin (9/2/2026), seperti yang dikutip dari kanal berita Channel 7.
Adapun komentar Anutin tersebut, menjadi pernyataan pertamanya sejak pemungutan suara ditutup.
Sebelumnya, Anutin mengaku bahwa pihaknya hanya menargetkan Bhumjaithai meraih perolehan kursi 140 hingga 170 kursi di parlemen kali ini.
Menurutnya, jumlah tersebut sudah cukup untuk memenangkan pemilu dan membentuk koalisi pemerintahan baru.
Namun, berdasarkan hasil tidak resmi dari Komisi Pemilihan Umum dengan penghitungan yang hampir selesai, Bhumjaithai diproyeksikan meraup sedikitnya 194 kursi pada pemilu kali ini.
Rincian raihan yang diperoleh oleh Bumjaithai terdiri dari 175 kursi daerah pemilihan dan 19 kursi daftar partai.
Angka ini unggul jauh dari rival utamanya, Partai Rakyat, yang diperkirakan meraih 116 kursi.
Pencapaian ini merupakan lonjakan raksasa dibandingkan Pemilu 2023, di mana saat itu Bhumjaithai hanya mampu mengamankan 71 kursi.
"Bagi Bhumjaithai, saya melihat ini lebih dari sekadar kemenangan telak (landslide). Ini adalah mandat besar dari pemilih agar partai menjalankan kebijakan-kebijakannya," ungkap Anutin
Baca juga: Bhumjaithai Menang Pemilu Thailand, Kursi Partai Anutin Naik 2 Kali Lipat
Di dalam wawancara tersebut, Anutin menjelaskan analisa singkatnya terkait strategi partainya yang dinilai membuat Bhumjaithai meraih kemenangan mutlak di pemilu kali ini.
Hasil ini mematahkan analisis para pengamat politik sebelumnya yang meyakini bahwa semangat patriotisme pemilih telah meredup sejak gencatan senjata dengan Kamboja.
Menurut Anutin, Bhumjaithai membuktikan bahwa anggapan para analis tersebut keliru.
Baca tanpa iklan