TRIBUNNEWS.COM - Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan mematikan terhadap sebuah kapal di Samudra Pasifik bagian timur pada Senin (9/2/2026).
Dalam serangan tersebut, dua orang dilaporkan tewas dan satu orang lainnya selamat, menurut keterangan resmi militer AS.
Komando Selatan AS (US SOUTHCOM), yang membawahi operasi militer di Amerika Latin dan Karibia, menyebut serangan itu sebagai “serangan kinetik mematikan.”
Kapal yang diserang disebut melintas di jalur perdagangan narkoba yang dikenal di kawasan Pasifik timur.
Militer AS menuding kapal tersebut dioperasikan oleh organisasi yang terlibat dalam perdagangan narkoba internasional.
Namun, pernyataan resmi SOUTHCOM tidak menyertakan bukti konkret terkait dugaan keterlibatan kapal tersebut dalam penyelundupan narkoba.
Dalam pernyataannya, militer menyebut dua korban tewas sebagai “teroris narkoba.”
“Dua teroris narkoba tewas dan satu orang selamat dari serangan itu,” kata pernyataan US SOUTHCOM.
Militer AS menyatakan bahwa setelah serangan terjadi, pihaknya segera memberi tahu Penjaga Pantai AS.
Penjaga Pantai AS diminta untuk mengaktifkan misi pencarian dan penyelamatan bagi korban yang selamat.
Baca juga: Inter Miami Tur Pramusim ke Karibia, Lionel Messi Tampil Perdana di Puerto Riko
Seorang juru bicara Penjaga Pantai AS mengatakan bahwa koordinasi pencarian dan penyelamatan dialihkan kepada Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim Ekuador.
Penjaga Pantai AS disebut akan memberikan dukungan teknis dalam operasi pencarian tersebut.
SOUTHCOM tidak memberikan rincian mengenai kondisi medis korban selamat.
Militer juga tidak menjelaskan peluang keberhasilan evakuasi maupun kemungkinan korban tersebut bertahan hidup.
Baca tanpa iklan