Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Partai politik baru Jepang, チームみらい (Tim Mirai), mencuri perhatian publik setelah berhasil meraih 11 kursi dalam pemilihan anggota parlemen Jepang (Shūgiin) yang hasilnya ditetapkan pada 8 Februari lalu. Ini merupakan debut pertama partai tersebut di pemilu tingkat nasional. Padahal usia parpol tersebut belum satu tahun.
Tim Mirai didirikan pada Mei 2025 dan memposisikan diri sebagai “partai nasional termuda di Jepang”.
Ciri utama yang mereka tonjolkan adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem politik dan pemerintahan, yang mereka sebut sebagai konsep “demokrasi digital”.
Dipimpin generasi muda, minim politisi lama
Ketua partai sekaligus figur sentral Tim Mirai adalah Yasuno Takahiro, berusia 35 tahun.
Dalam pemilu sebelumnya, ia terpilih melalui sistem perwakilan proporsional dan mengantarkan partai ini memenuhi syarat sebagai partai politik nasional dengan perolehan suara 2,56 persen.
Baca juga: Apple AirTag Generasi Kedua, Fitur Pencarian Presisi Tak Berlaku di Jepang dan Indonesia
Rata-rata usia 14 kandidat yang diusung Tim Mirai dalam pemilu parlemen adalah 39,5 tahun, jauh lebih muda dibandingkan partai-partai mapan Jepang.
Banyak dari mereka berlatar belakang pendidikan tinggi, seperti lulusan Universitas Tokyo dan Universitas Kyoto, serta memiliki pengalaman profesional di sektor swasta, termasuk mantan karyawan lembaga keuangan global seperti Goldman Sachs, insinyur AI, konsultan bisnis, hingga pendiri perusahaan rintisan teknologi.
Meski sebagian besar belum pernah terjun ke dunia politik, beberapa kandidat diketahui memiliki pengalaman sebagai mantan anggota parlemen dari Partai Inovasi Jepang maupun mantan anggota dewan daerah dari Partai Demokrat Liberal (LDP).
Kebijakan berbeda dari arus utama
Dari sisi kebijakan, Tim Mirai tampil dengan pendekatan yang berbeda. Dalam pemilu anggota parlemen kali ini, mereka menjadi satu-satunya partai nasional yang tidak menjanjikan penurunan pajak konsumsi.
Sebagai gantinya, manifesto partai menekankan tiga pilar utama:
Investasi pertumbuhan untuk masa depan,
Perlindungan terhadap kehidupan masyarakat saat ini,
Baca tanpa iklan