News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kemacetan Jepang Capai 34 Persen, Tokyo Catat Lonjakan Tertinggi

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MASJID DI KUMAMOTO - Masjid Kumamoto yang banyak dikunjungi WNI yang domisili di Kumamoto. Dari 12 kota utama di Jepang yang dianalisis, Kumamoto mencatat tingkat kemacetan tahunan tertinggi sebesar 56,7 persen. Angka ini menjadikannya kota termacet di Jepang dan peringkat ke-13 di Asia. (Richard Susilo)

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, JEPANG –  Perusahaan teknologi lokasi asal Belanda, TomTom, pada 12 Februari 2026 merilis laporan tahunan “TomTom Traffic Index 2025” yang menganalisis tren lalu lintas global dan perilaku komuter di berbagai kota dunia.

Berdasarkan analisis lebih dari 3,65 triliun kilometer data perjalanan sepanjang 2025, tingkat kemacetan global meningkat dari 20 persen menjadi 25 persen.

Kenaikan 5 poin persentase ini menunjukkan tren perlambatan mobilitas yang semakin nyata di berbagai kawasan.

Jepang Masuk 10 Besar Dunia

Secara nasional, Jepang mencatat tingkat kemacetan rata-rata 34 persen dan berada di peringkat ke-9 dunia, sejajar dengan Indonesia.

Di kawasan Asia, Jepang menempati posisi ke-4 setelah Filipina, India, dan Singapura.

Negara dengan tingkat kemacetan tertinggi dalam laporan ini adalah Kolombia, dengan angka mendekati 50 persen.

Baca juga: Indonesia Juara Kedua di 2026 Sapporo Snow Festival Jepang

Kumamoto dan Kyoto Jadi Sorotan

Dari 12 kota utama di Jepang yang dianalisis, Kumamoto mencatat tingkat kemacetan tahunan tertinggi sebesar 56,7 persen.

Angka ini menjadikannya kota termacet di Jepang dan peringkat ke-13 di Asia.

Kerugian waktu akibat jam sibuk mencapai 154 jam per tahun per pengemudi.

Salah satu faktor utama adalah lonjakan aktivitas di sekitar pabrik semikonduktor TSMC, ditambah rendahnya penggunaan transportasi umum serta tingginya ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Sementara itu, Kyoto mencatat kecepatan rata-rata terendah di antara 12 kota, yakni 17,5 km/jam.

Dengan kecepatan tersebut, perjalanan sejauh 10 kilometer membutuhkan waktu rata-rata 34 menit 17 detik.

Secara global, Kyoto berada di peringkat ke-8 kota dengan lalu lintas paling lambat.

Beberapa faktor penyebab antara lain banyaknya persimpangan akibat tata kota berbentuk grid, lonjakan wisatawan, keterbatasan lahan parkir, serta jalan sempit yang menyulitkan pergerakan bus wisata.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini