TRIBUNNEWS.COM - Kelahiran bayi menjadi salah satu harapan dan kebahagiaan bagi banyak pasangan yang sudah menikah di dunia.
Di sisi lain bagi sebagian negara kelahiran bayi di luar pernikahan memiliki konotasi tersendiri.
Dan dihubungkan dengan norma sosial masyarakat dan agama.
Namun norma tentang pernikahan dan pembentukan keluarga kini mengalami pergeseran signifikan di banyak belahan dunia.
Visualisasi terbaru berdasarkan data OECD Family Database memperlihatkan perbedaan mencolok antarnegara dalam proporsi anak yang lahir di luar pernikahan resmi.
Di sejumlah negara, memiliki anak tanpa menikah bukan lagi pengecualian.
Namun di negara lain, praktik tersebut tetap jarang dan kerap dipandang tabu.
Dalam data kawasan Amerika Latin menempati posisi teratas dalam daftar ini.
Kolombia mencatat angka tertinggi, dengan 87 persen anak lahir di luar nikah.
Disusul Chili, Kosta Rika, dan Meksiko, yang semuanya mencatat angka di atas 70 persen.
Di kawasan ini, kohabitasi, hidup bersama tanpa menikah,telah lama diterima secara sosial dan dalam banyak kasus diakui secara hukum.
Bagi negara-negara tersebut, pernikahan formal tidak selalu menjadi prasyarat untuk membangun keluarga.
Sejumlah faktor historis seperti ketimpangan sosial serta akses terbatas terhadap lembaga hukum formal juga turut membentuk pola keluarga yang lebih fleksibel dari waktu ke waktu.
Lantas berikut 10 negara dengan tingkat kelahiran bayi tertinggi di dunia:
- Kolombia – 87,0 persen
- Chili – 78,1 persen
- Kosta Rika – 74,0 persen
- Meksiko – 73,7%
- Amerika Serikat – 40,0%
- Kanada – 29,0%
- Islandia – 69,4%
- Norwegia – 61,2%
- Bulgaria – 59,7%
- Portugal – 59,5%
Negara lainnya di luar 10 besar yang masuk daftar:
- Prancis – 58,5%
- Swedia – 57,5%
- Slovenia – 56,5%
- Denmark – 54,7%
- Estonia – 53,8%
- Belgia – 52,4%
- Spanyol – 50,0%
- Finlandia – 48,4%
- Inggris – 47,6%
- Ceko – 47,1%
- Belanda – 42,1%
- Slovakia – 41,6%
- Italia – 40,5%
- Austria – 40,0%
- Luksemburg – 39,0%
- Irlandia – 38,4%
- Latvia – 37,3%
- Rumania – 33,9%
- Jerman – 33,1%
- Polandia – 28,7%
- Swiss – 27,7%
- Lithuania – 27,3%
- Kroasia – 26,1%
- Hungaria – 24,4%
- Siprus – 21,2%
- Yunani – 9,7%
- Israel – 8,6%
- Korea Selatan – 4,7%
- Türkiye – 3,1%
- Jepang – 2,4%
- Oseania
- Selandia Baru – 48,4%
- Australia – 39,9%
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)
Baca tanpa iklan