News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kekuatan Batik dan Sarung: Identitas Pengenal Sesama WNI di Luar Negeri

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

"Oh boleh - boleh mas," jawab saya.

Batik dan sarung seakan menjadi tanda tak tertulis yang langsung menghubungkan satu sama lain sesama WNI, menciptakan rasa 'satu kampung' saat berada di negeri orang.

Pengalaman-pengalaman tersebut menunjukkan bahwa busana ini bukan sekadar pilihan berpakaian, melainkan identitas yang hidup dan berfungsi. 

Saya merasakan kekuatan batik dan sarung sebagai simbol bangsa Indonesia justru terasa paling kuat ketika dibawa ke luar negeri. 

Di sana, busana ini bekerja sebagai pengenal dan penegas jati diri, membuktikan identitas budaya Indonesia tetap melekat dan mudah dikenali di negara mana pun kita berpijak.

Baca juga: Instruksi Megawati, PDIP Beri Penghargaan untuk Relawan Kesehatan yang Bertugas di Sumatera

Dalam kesempatan tersebut, saya bersama sejumlah jurnalis nasional ikut meliput kegiatan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri selama di UEA dan Arab Saudi. 

Dalam setiap kegiatan, Megawati nyaris selalu mengenakan pakaian batik. Seperti ketika menghadiri pertemuan meja bundar yang digelar Zayed Award For Human Fraternity (ZAHF), saat mendapat penganugerahan Doktor Honoris Causa atau gelar doktor kehormatan dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University, hingga ketika bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini