News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Rebut 201 Kilometer Persegi dari Rusia, Trump Desak Zelensky Segera Berunding

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.455 pada Selasa (17//2/2026).

Ukraina berhasil merebut kembali wilayah seluas 201 kilometer persegi dari Rusia dalam waktu singkat.

Capaian ini menjadi yang terbesar sejak pertengahan 2023.

Keberhasilan tersebut diduga memanfaatkan gangguan komunikasi pasukan Rusia akibat pemblokiran akses Starlink oleh Elon Musk.

Di tengah kemajuan militer, politik domestik Kyiv diguncang skandal korupsi besar setelah penangkapan mantan menteri energi atas tuduhan pencucian uang suap.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mendesak Ukraina segera berunding dengan Rusia menjelang pertemuan trilateral di Jenewa Swiss yang dimediasi Amerika Serikat.

Di sisi lain, Presiden Ukraina, Volodymir Zelensky memperingatkan potensi serangan udara besar Rusia yang menargetkan infrastruktur energi nasional.

Situasi kemanusiaan memburuk setelah Action on Armed Violence mencatat kenaikan korban sipil hingga 26 persen akibat pemboman sepanjang tahun lalu.

Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina dimulai secara terbuka pada 24 Februari 2022, saat Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran ke sejumlah wilayah Ukraina.

Serangan ini terjadi setelah hubungan kedua negara memburuk selama bertahun-tahun, terutama karena perbedaan sikap politik dan keamanan.

Akar konflik bermula sejak runtuhnya Uni Soviet, ketika Rusia dan Ukraina menjadi negara merdeka dengan arah kebijakan yang berbeda.

Ukraina kemudian semakin mendekat ke negara-negara Barat, termasuk Eropa dan Amerika Serikat, melalui kerja sama politik, ekonomi, dan pertahanan.

Langkah Ukraina untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa dipandang Rusia sebagai ancaman terhadap keamanan dan kepentingan nasionalnya.

Baca juga: Pembangkit Listrik Dihantam Rudal Ukraina, Kota Belgorod Rusia Bentuk Komisi Darurat

Ketegangan meningkat pada 2014 setelah pergantian pemerintahan di Ukraina, yang diikuti dengan pencaplokan Krimea oleh Rusia dan pecahnya konflik bersenjata di wilayah Donbas.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini