TRIBUNNEWS.COM - Kebutuhan pangan menjadi kebutuhan paling krusial bagi keberlangsungan kehidupan penduduk dunia.
Banyaknya produksi tanaman pangan juga menjadi penanda bahwa komoditas tersebut dibutuhkan.
Diketahui tebu menjadi peringkat pertama tanaman pangan yang banyak dipanen di dunia.
Hampir 2 miliar metrik ton tebu dipanen setiap tahun di seluruh dunia, menjadikannya tanaman dengan produksi terbesar di Bumi dengan selisih yang sangat jauh dibanding komoditas lainnya.
Data terbaru tahun 2024 yang dirilis Food and Agriculture Organization (FAO) menunjukkan skala produksi tanaman global, memperlihatkan perbandingan antara pangan pokok dan tanaman komersial utama.
Visualisasi tersebut menegaskan bahwa sektor pertanian global tidak hanya menopang kebutuhan pangan, tetapi juga industri besar seperti biofuel, pemanis, hingga makanan olahan.
Berikut 10 tanaman dengan produksi terbesar di dunia pada 2024, mengutip Visual Capitalists, Jumat (20/2/2026):
Baca juga: 10 Negara Terbaik dalam Berpikir Kreatif di Dunia, Nomor Satu Ada Tetangga Indonesia
- Tebu – 1,94 miliar metrik ton
- Jagung – 1,22 miliar ton
- Beras – 820 juta ton
- Gandum – 798 juta ton
- Kelapa sawit – 418 juta ton
- Kacang kedelai – 397 juta ton
- Kentang – 390 juta ton
- Singkong segar – 341 juta ton
- Bit gula – 293 juta ton
- Tomat – 188 juta ton
Tebu menempati posisi teratas dengan volume produksi mencapai 1,94 miliar ton, jauh melampaui jagung di posisi kedua.
Sementara itu, beras dan gandum, dua bahan pangan pokok terpenting dunia, masing-masing diproduksi lebih dari 800 juta ton per tahun.
Besarnya produksi ini mencerminkan peran strategis sektor pertanian dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus mendukung rantai industri internasional.
Stok Beras Nasional Melimpah
Di Indonesia, tren produksi beras juga menunjukkan peningkatan signifikan.
Sepanjang 2025, produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton.
Kondisi ini membuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog pada Februari 2026 menyentuh 3,3 juta ton.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperkirakan dalam tiga bulan ke depan stok beras dapat menembus 6 juta ton.
Namun, kapasitas gudang Bulog di seluruh Indonesia saat ini hanya sekitar 3 juta ton.
Baca tanpa iklan