TRIBUNNEWS.COM - Kota Lviv, Ukraina barat, diguncang ledakan bom pada Minggu (22/2/2026) dini hari yang menewaskan seorang polisi wanita dan melukai puluhan orang.
Dilansir dari CNN, ledakan terjadi ketika polisi merespons laporan pembobolan di sebuah toko dekat pusat kota.
Penyelidikan awal menunjukkan perangkat peledak rakitan disembunyikan di tempat sampah di sekitar lokasi kejadian.
Ledakan pertama terjadi tidak lama setelah petugas tiba di lokasi.
Beberapa saat kemudian, ledakan kedua terjadi ketika tim polisi tambahan datang untuk membantu penanganan.
Akibat insiden tersebut, seorang polisi wanita berusia 23 tahun bernama Viktoria Shpylka tewas di tempat.
Sekitar 24 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.
Wali Kota Lviv, Andriy Sadovyi, menyebut insiden tersebut sebagai tindakan terorisme.
Ia mengatakan 12 korban masih dirawat di rumah sakit dan dua di antaranya berada dalam kondisi serius.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan beberapa orang telah ditahan terkait serangan tersebut.
Menteri Dalam Negeri Ukraina Ihor Klymenko juga mengonfirmasi bahwa seorang wanita telah ditahan untuk dimintai keterangan dalam penyelidikan.
Polisi menyebut perempuan berusia 33 tahun itu ditangkap di kota Staryi Sambir, dekat perbatasan Polandia.
Baca juga: Pesan Menohok Zelensky ke Trump: Ukraina Tak Akan Tunduk pada Tuntutan Rusia
Penyelidikan awal menunjukkan tersangka diduga melakukan serangan atas instruksi seorang pengendali yang berada di Rusia.
Kepolisian mengenang Shpylka sebagai sosok yang ramah dan penuh empati terhadap rekan kerjanya.
Baca tanpa iklan