TRIBUNNEWS.COM, AS - Amerika Serikat (AS) dan Israel tengah gencar melancarkan operasi militer ke Iran.
Namun AS tampaknya mendapatkan serangan di dalam negerinya.
Seorang pria bersenjata yang mengenakan pakaian dengan desain bendera Iran menembaki dua warga AS hingga tewas dan melukai 14 orang lainnya pada Minggu (1/3/2026) dini hari waktu setempat di sebuah bar di Texas AS.
FBI sedang menyelidiki penembakan tersebut.
Sehingga belum memutuskan apakah pelaku terkait dengan simpatisan Iran.
Polisi di Austin menembak dan menewaskan pelaku.
Penembakan itu terjadi di luar Buford's Backyard Beer Garden Texas dini hari.
Kronologi kejadian
Menurut Kepala Kepolisian Austin, Lisa Davis, tersangka berkendara melewati bar tersebut beberapa kali sebelum berhenti dan menembak dari jendela SUV-nya ke arah orang-orang di teras dan di depan bar.
Kemudian dia memarkir mobilnya, keluar dengan senapan dan mulai menembak orang-orang yang berjalan di sepanjang jalan sebelum petugas bergegas ke persimpangan dan menembaknya, kata Davis.
Pelaku penembakan diidentifikasi sebagai Ndiaga Diagne, 53 tahun.
FBI mengatakan serangan itu mungkin merupakan tindakan terorisme.
Menurut DHS, Diagne pertama kali memasuki AS pada tahun 2000 dengan visa turis B-2 dan menjadi penduduk tetap yang sah enam tahun kemudian setelah menikahi warga negara AS.
Ia menjadi warga negara AS melalui naturalisasi pada tahun 2013, kata departemen tersebut.
Diagne berasal dari Senegal.
Gubernur Texas Greg Abbott memperingatkan bahwa negara bagian tersebut akan menanggapi secara agresif siapa pun yang mencoba "menggunakan konflik yang sedang terjadi di Timur Tengah untuk mengancam Texas."
Baca tanpa iklan