TRIBUNNEWS.COM - Media asing menyoroti Presiden RI Prabowo Subianto karena hubungannya dengan Amerika Serikat (AS) dan usulan mediasi perang Iran, dikutip dari Al Jazeera.
Ketika serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran terjadi akhir pekan lalu, Prabowo muncul sebagai calon penengah perdamaian.
Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan melalui media sosial:
“Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi.”
“Jika disetujui oleh kedua pihak, Presiden Indonesia siap melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi.”
Dilansir Al Jazeera, Sabtu (7/3/2026), tawaran mediasi perang Iran dari Prabowo memicu perdebatan di Indonesia.
Banyak pihak menyoroti hubungannya yang dekat dengan pemerintahan Donald Trump, termasuk Dino Patti Djalal, mantan wakil menteri luar negeri dan mantan duta besar Indonesia untuk AS.
“Saya bingung mengapa ide ini tidak dikaji terlebih dahulu sebelum dipublikasikan. Itu sangat tidak realistis," ungkap Dino Patti Djalal.
Ian Wilson, dosen politik di Universitas Murdoch, Australia, menambahkan, tawaran mediasi ini bisa membuat warga Indonesia khawatir tentang kedekatan Prabowo dengan Trump.
“Di dalam negeri, orang-orang cenderung menafsirkan ini sebagai bentuk dukungan lebih lanjut kepada Trump dan karenanya kepada Netanyahu," katanya.
Kontroversi Dewan Perdamaian Trump
Beberapa bulan terakhir, Prabowo juga mendapat sorotan karena menawarkan 8.000 pasukan Indonesia ke Gaza sebagai bagian dari Dewan Perdamaian Trump, yang juga melibatkan Israel.
Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel dan selama ini mendukung kemerdekaan Palestina.
Banyak pihak menilai keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Trump melemahkan posisi independen negara di luar negeri.
Baca juga: Qatar Diserang 10 Drone dari Iran, 9 Berhasil Dicegat Sistem Pertahanan Udara
Respons Pengamat dan Aktivis
Sarbini Abdul Murad, direktur Indonesia untuk Perdamaian dan Kemanusiaan, menilai pernyataan Kementerian Luar Negeri tentang serangan itu sangat disayangkan karena terlalu naif.
Baca tanpa iklan