News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Teheran Diserang, Gudang Minyak Iran Dikepung Kobaran Api Buntut Serangan Udara Israel dan AS

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ringkasan Berita:

  • Serangan udara Israel menghantam sejumlah depot dan kilang minyak di Teheran, Iran, pada Sabtu (7/3/2026), memicu kebakaran besar dan asap hitam yang menyelimuti ibu kota.
  • Empat fasilitas energi utama menjadi target, termasuk depot minyak Shahran, gudang minyak Aghdasiyeh, kilang minyak Teheran, dan depot di Karaj, yang menyebabkan kebocoran bahan bakar.
  • Iran membalas serangan dengan meluncurkan rudal dan drone ke Tel Aviv dan Yerusalem, memicu kekhawatiran perang regional di Timur Tengah.

TRIBUNNEWS.COM - Kebakaran besar melanda sejumlah wilayah di ibu kota Iran, Teheran, setelah serangan udara yang diduga dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat menghantam beberapa fasilitas penyimpanan bahan bakar pada Sabtu malam (7/3/2026).

Serangan tersebut memicu kobaran api besar di berbagai titik strategis di Teheran dan wilayah sekitarnya.

Api yang membesar dengan cepat membuat langit malam di atas ibu kota Iran tampak terang akibat pantulan kobaran api dari depot minyak yang terbakar.

Sejumlah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan bola api raksasa membumbung tinggi ke udara. Dalam rekaman tersebut juga terlihat asap hitam tebal mengepul dan menyelimuti sebagian wilayah kota.

Kondisi ini memicu kepanikan di kalangan warga. Banyak warga melaporkan bau asap yang sangat menyengat di udara, sementara langit kota tampak menggelap akibat kepulan asap dari kebakaran besar tersebut.

Empat Fasilitas Energi Jadi Target Serangan

Menurut laporan kantor berita Iran, Fars, sedikitnya empat fasilitas energi utama menjadi sasaran dalam serangan udara tersebut. Serangan itu menghantam area yang berperan penting dalam penyimpanan dan distribusi bahan bakar di Teheran.

Empat fasilitas yang dilaporkan menjadi target serangan meliputi gudang minyak Aghdasiyeh di timur laut Teheran, dan kilang minyak Teheran di bagian selatan kota.

Kemudian ada depot minyak Shahran di wilayah barat Teheran, serta sebuah gudang minyak di Kota Karaj, yang berada di Provinsi Alborz.

Mengutip dari Iranintl, kebakaran besar juga dilaporkan terjadi di depot minyak Aghdasiyeh yang terletak di bagian utara Teheran.

Kobaran api dari fasilitas tersebut terlihat dari jarak yang cukup jauh dan terus membesar setelah serangan terjadi.

Serangan terhadap fasilitas-fasilitas energi ini menyebabkan kebakaran hebat karena menghantam langsung area penyimpanan bahan bakar serta pusat transfer produksi minyak.

Sejumlah saksi mata menyebutkan situasi di sekitar lokasi menjadi sangat berbahaya. Mereka melaporkan adanya kebocoran minyak dari depot Shahran yang mengalir hingga ke jalanan di sekitar fasilitas tersebut.

Baca juga: Zelenskyy Klaim Siap Bantu Saudi Hancurkan Drone Iran, tapi Ukraina Minta Imbalan

Kebocoran bahan bakar ini dikhawatirkan dapat memperluas area kebakaran sekaligus meningkatkan risiko ledakan tambahan jika api terus menyebar.

Hingga kini otoritas Iran masih berupaya mengendalikan kobaran api di beberapa lokasi yang terdampak serangan tersebut. 

Tim pemadam kebakaran dan pasukan keamanan dilaporkan telah dikerahkan untuk menangani situasi dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah pemukiman warga.

Israel Akui Serangan ke Fasilitas Bahan Bakar Iran

Dalam perkembangan terbaru, Israel mengonfirmasi bahwa serangan udara yang memicu kebakaran besar di sejumlah depot minyak di Teheran memang dilakukan oleh militernya.

Militer Israel menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan fasilitas penyimpanan bahan bakar yang disebut digunakan untuk mendukung infrastruktur militer Iran.

Menurut laporan media Israel, Israel Defense Forces (IDF) mengerahkan jet tempur untuk menyerang beberapa kompleks penyimpanan bahan bakar di sekitar ibu kota Iran. 

Fasilitas-fasilitas tersebut diklaim menjadi bagian dari sistem logistik yang digunakan oleh militer Iran.

Pihak Israel menyebut serangan itu sebagai bagian dari operasi militer untuk melemahkan kemampuan operasional Iran.

“Target yang diserang adalah fasilitas penyimpanan bahan bakar yang digunakan untuk mengoperasikan infrastruktur militer Iran,” demikian pernyataan militer Israel.

Sementara itu, pemerintah Iran menuding serangan tersebut tidak hanya melibatkan Israel, tetapi juga didukung oleh Amerika Serikat. Media pemerintah Iran menggambarkan serangan itu sebagai agresi dari “Amerika Serikat dan rezim Zionis”.

Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Amerika Serikat mengenai keterlibatan langsung dalam serangan tersebut.

Iran Balas Gempur Tel Aviv dan Yerusalem

Setelah sejumlah wilayah Iran diserang, pemerintah Teheran langsung melakukan serangan balik dengan menembakkan rudal dan drone ke beberapa wilayah Israel, termasuk kota utama Tel Aviv dan Yerusalem.

Ledakan dilaporkan terdengar di berbagai titik di Israel setelah rudal yang diluncurkan dari Iran memasuki wilayah udara negara tersebut.

Di Tel Aviv, beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat serpihan rudal maupun dampak ledakan. 

Sementara itu di Yerusalem, sirine serangan udara terus berbunyi sebagai tanda peringatan bagi warga untuk segera mencari perlindungan di bunker atau tempat aman lainnya.

Situasi ini semakin memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah. Serangan saling balas antara Iran dan Israel memicu kekhawatiran internasional bahwa konflik tersebut dapat berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.

Hingga kini kedua pihak belum menunjukkan tanda-tanda akan meredakan konflik, sementara serangan balasan terus terjadi di berbagai wilayah.

(Tribunnews.com / Namira)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini