News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Mesra di KTT tapi Perang Tarif Kemudian, Siklus Unik Hubungan 9 Tahun Trump dan Xi Jinping

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Ayu Miftakhul Husna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Hubungan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dengan Presiden China, Xi Jinping selama hampir satu dekade menunjukkan pola yang berulang: pertemuan hangat di meja diplomasi, lalu disusul kembali oleh ketegangan perdagangan dan rivalitas geopolitik.

Al Jazeera melaporkan, Trump dan Xi telah bertemu enam kali sejak 2017 dan kembali menggelar pertemuan puncak terbaru di Beijing pada Mei 2026.

Pertemuan tersebut menjadi kunjungan pertama presiden AS ke China sejak 2017.

KTT terbaru itu membahas sejumlah isu besar, mulai dari perang dagang, Taiwan, hingga konflik Iran.

Sejarah mencatat hubungan kedua negara kerap berubah cepat setelah pertemuan tingkat tinggi selesai.

Awal Hubungan: Mar-a-Lago dan Diplomasi Personal

Trump dan Xi pertama kali bertemu pada April 2017 di resor pribadi Trump, Mar-a-Lago, Florida.

Saat itu Trump baru beberapa bulan menjabat dan sebelumnya dikenal sangat keras terhadap praktik perdagangan China.

Ia bahkan sempat memicu kemarahan Beijing setelah menerima telepon dari Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.

Meski demikian, pertemuan di Mar-a-Lago berlangsung hangat.

Trump mengatakan kedua negara membuat “kemajuan luar biasa” dalam hubungan bilateral.

Baca juga: Narasi-Narasi Trump Usai Bertemu Xi Jinping: Klaim China Mau Beli Minyak dan Pesawat dari AS

Suasana diplomatik itu dibayangi keputusan Trump meluncurkan serangan udara ke Suriah saat Xi masih berada di AS.

Dari Dialog ke Perang Dagang

Pada Juli 2017, Trump dan Xi kembali bertemu di sela KTT G20 Hamburg, Jerman.

Pertemuan tersebut fokus pada Korea Utara dan hubungan ekonomi.

Hanya beberapa minggu kemudian, pemerintahan Trump memulai penyelidikan perdagangan terhadap China berdasarkan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan AS.

Langkah itu menjadi awal perang dagang besar antara dua ekonomi terbesar dunia.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini