News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Mesra di KTT tapi Perang Tarif Kemudian, Siklus Unik Hubungan 9 Tahun Trump dan Xi Jinping

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Ayu Miftakhul Husna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketegangan meningkat pada 2018 ketika Washington memberlakukan tarif terhadap barang-barang China senilai ratusan miliar dolar.

Beijing kemudian membalas dengan tarif terhadap produk AS.

Meski perang dagang memanas, Trump dan Xi tetap mempertahankan komunikasi diplomatik.

Diplomasi Mewah di Beijing

Pada November 2017, Trump melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing.

Xi menyambut Trump dengan serangkaian acara mewah, mulai dari tur Kota Terlarang, jamuan makan kenegaraan, hingga pertunjukan opera Peking.

Trump saat itu membanggakan kesepakatan bisnis senilai 250 miliar dolar AS yang melibatkan sektor energi, pertanian, dan teknologi.

Sebagian besar kesepakatan tersebut dinilai belum final dan beberapa hanya memperluas proyek yang sudah ada sebelumnya.

Tidak lama setelah kunjungan itu, AS tetap melanjutkan kebijakan tarif terhadap China.

Gencatan Senjata yang Tak Bertahan Lama

Pada Desember 2018 di KTT G20 Buenos Aires, Trump dan Xi mencoba meredakan perang dagang, dilansir BBC.

Gedung Putih menyebut pertemuan itu “sangat sukses” dan kedua negara sepakat memulai negosiasi baru terkait perlindungan kekayaan intelektual dan pencurian siber.

Kemudian pada Juni 2019 di Osaka, Jepang, keduanya kembali mencapai kesepakatan untuk menunda tarif baru dan membuka negosiasi perdagangan lebih luas.

Dari pembicaraan itu lahir kesepakatan perdagangan “fase satu”, di mana China berjanji membeli produk dan jasa AS senilai 200 miliar dolar AS.

Baca juga: Tiongkok Tak Akui Kesepakatan Borong Pesawat Boeing yang Digembar-gemborkan Trump

Pandemi COVID-19 membuat target pembelian tersebut gagal tercapai sepenuhnya.

Tarif, Huawei, dan Gencatan Senjata

Hubungan AS-China kembali memburuk dalam beberapa tahun berikutnya.

Washington memperketat pembatasan teknologi terhadap perusahaan China seperti Huawei, sementara Beijing membatasi ekspor logam tanah jarang dan bahan strategis lainnya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini