TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan di tengah perang di Timur Tengah dan ketegangan seputar Taiwan.
Mengutip Guardian, dalam pidato pembukaannya pada Kamis (14/5/2026) di Beijing, Xi Jinping justru menyinggung perang lain, yakni Perang Peloponnesia di Yunani Kuno.
Peloponnesia (Peloponnese) adalah sebuah semenanjung besar di bagian selatan Yunani yang menjadi pusat penting sejarah, budaya, dan militer Yunani Kuno.
Perang antara Athena dan Sparta itu berlangsung selama beberapa dekade sejak tahun 431 SM.
Athena dan Sparta merupakan dua negara-kota (polis) besar Yunani Kuno yang terkenal karena perbedaan budaya dan sistem sosialnya.
Athena menonjol dalam seni, filsafat, dan demokrasi, sedangkan Sparta dikenal sebagai masyarakat militer yang disiplin dan keras.
Xi bertanya apakah AS dan China dapat menghindari "jebakan Thucydides".
Thucydides adalah seorang sejarawan sekaligus jenderal Athena.
“Bisakah China dan Amerika Serikat melampaui apa yang disebut ‘Perangkap Thucydides’ dan membentuk paradigma baru bagi hubungan kekuatan besar?” ujarnya.
Lantas, Apa Maksud Perangkap Thucydides?
Menurut mantan Kepala Strategi Gedung Putih, Steve Bannon, Perangkap Thucydides merujuk pada gagasan bahwa ketika kekuatan yang sedang bangkit mengancam untuk menggantikan kekuatan yang sudah mapan, hasilnya sering kali adalah perang.
“Kebangkitan Athena dan ketakutan yang ditimbulkannya pada Sparta-lah yang membuat perang tak terhindarkan,” tulis Thucydides dalam bukunya Sejarah Perang Peloponnesia.
Baca juga: Pertemuan Trump dan Xi Jinping Sempat Tegang saat Bahas Taiwan, China Tegas Soal Kedaulatan
Sama seperti Athena pernah berperang dengan Sparta, implikasinya adalah kebangkitan China memicu kecemasan dan potensi konflik dengan AS.
Para pengamat menyebut Xi telah menggunakan istilah tersebut selama bertahun-tahun, tetapi penggunaan referensi klasik itu dalam kunjungan Trump mungkin menjadi pertanda sikapnya terkait Taiwan.
Xi kemudian memperingatkan Trump bahwa kesalahan langkah apa pun terkait Taiwan dapat mendorong kedua negara menuju konflik.
"Masalah Taiwan adalah isu terpenting dalam hubungan China-AS," kata Xi mengenai pulau yang berpemerintahan sendiri tersebut, yang diklaim China sebagai wilayahnya.
Baca tanpa iklan