TRIBUNNEWS.COM, RIYADH – Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan berhasil mencegat puluhan drone yang diluncurkan dari Iran dalam serangan malam hari pada Senin.
Juru bicara kementerian, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengatakan sistem pertahanan udara berhasil menghancurkan sekitar 63 drone yang menargetkan wilayah Provinsi Timur Arab Saudi dan ibu kota Riyadh.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui serangkaian unggahan di platform X mulai pukul 02.22 waktu setempat.
Menurut Al-Maliki, seluruh drone yang terdeteksi berhasil dicegat sebelum mencapai targetnya.
Serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah duta besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati, membantah keterlibatan Teheran.
Baca juga: Iran Bantah Serang Infrastruktur Minyak Arab Saudi, Tegaskan Fokus pada Target Militer AS-Israel
Ia menyebarkan pemberitahuan yang diklaim berasal dari komando militer Iran yang menyebut “musuh” menggunakan drone yang menyamar sebagai drone Shahed buatan Iran dengan nama “drone Lucas”.
Dengan serangan terbaru ini, jumlah drone yang berhasil dicegat oleh Arab Saudi dilaporkan telah melampaui 230 unit.
Data dari Kementerian Pertahanan juga menunjukkan lebih dari 30 rudal telah ditembak jatuh.
Serangan tersebut dilaporkan mengikuti pola serangan malam hari yang diselingi jeda pada siang hari.
Serangan Meluas ke Negara Teluk
Negara-negara Teluk lainnya juga melaporkan serangan serupa dengan jumlah korban yang lebih besar.
Pemerintah Bahrain menyatakan telah mencegat 125 rudal dan 203 drone sejak kampanye serangan dimulai.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan dua orang di negara itu dan menyebabkan total 24 korban jiwa di kawasan Teluk.
Di ibu kota Bahrain, Manama, ledakan sempat terlihat menerangi langit pada Minggu pagi, menurut laporan AFP.
Sementara itu, Uni Emirat Arab melaporkan berhasil mencegat 294 rudal balistik, 15 rudal jelajah, serta sekitar 1.600 drone sejak awal serangan.
Serangan tersebut menyebabkan enam korban jiwa.
Baca tanpa iklan