News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Uni Eropa Tolak Ajakan Trump Kirim Armada Militer ke Selat Hormuz

Penulis: Bobby W
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah negara anggota Uni Eropa (UE) secara resmi menolak seruan dari Amerika Serikat (AS) untuk mengerahkan kekuatan angkatan laut ke Selat Hormuz. 

Melansir laporan Anadolu Ajansi, negara-negara tersebut menegaskan tidak memiliki niat untuk terlibat secara militer dalam konflik yang terus meningkat dengan Iran.

Adapun kebijakan ini diduga disepakati pascapertemuan para menteri luar negeri UE di Brussel.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas, pada Senin (16/3/2026)

"Negara-negara anggota Uni Eropa tidak memiliki keinginan untuk terlibat secara aktif dalam aksi militer melawan Iran dan kami tidak memiliki kepentingan dalam perang yang tidak berujung." terang Kaja Kallas.

Kallas juga menggarisbawahi bahwa UE saat ini berfokus pada penguatan keamanan maritim negara anggotanya yang saat ini berlangsung melalui Operasi Aspides di Laut Merah.

Ia juga dapat memastikan bahwa para anggota memiliki minat yang sangat rendah untuk memperluas jangkauan misi maritim tersebut hingga ke Selat Hormuz.

"Tidak ada yang ingin terjun secara aktif dalam perang ini," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani.

Tajani menggarisbawahi bahwa misi angkatan laut UE yang bertugas mengawal kapal dagang serta operasi antipembajakan tidak dirancang untuk beroperasi di Selat Hormuz.

"Kami bersedia memperkuat misi-misi seperti di Operasi Aspides, namun saya rasa misi tersebut tidak dapat diperluas hingga mencakup Selat Hormuz." ungkap Tajani.

Baca juga: Saat Donald Trump Mulai Ditolak oleh Para Sekutu AS

Jerman juga menutup kemungkinan pengiriman pasukan ke wilayah Teluk. 

Hal ini diungkapkan oleh Kanselir Friedrich Merz yang menegaskan bahwa Berlin akan terus menyerukan solusi politik yang cepat dibandingkan dengan aksi militer untuk mengatasi konflik tersebut.

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, juga memperingatkan bahwa pengerahan pasukan di luar wilayah NATO memerlukan persetujuan hukum dan izin parlemen.

UNI EROPA - Foto Kaja Kallas, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan/Wakil Presiden Komisi Eropa yang diunggah di situs resmi European External Action Service (EEAS). (EEAS)
Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini