News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Gertak NATO, Tegaskan Selat Hormuz Bisa Dibuka Tanpa Bantuan Siapa Pun

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan negaranya tidak membutuhkan bantuan sekutu untuk mengamankan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Pernyataan itu disampaikan saat ia menerima Perdana Menteri Irlandia, Micheál Martin di Gedung Putih pada Selasa (17/3/2026), di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Trump menyatakan militer AS memiliki kemampuan menjaga jalur energi global tetap terbuka di kawasan Teluk.

“Kita tidak membutuhkan terlalu banyak bantuan, dan kita tidak membutuhkan bantuan apa pun,” kata Trump.

Seruan Koalisi dan Perubahan Nada Washington

Sikap tegas Trump muncul setelah dia menyerukan pembentukan koalisi internasional untuk mengawal pelayaran di kawasan Teluk.

Dalam beberapa hari terakhir, ia menyatakan bahwa sejumlah negara telah memberikan respons positif dan “sedang dalam perjalanan” untuk mendukung operasi tersebut.

Namun, Trump tidak menyebutkan negara mana yang secara konkret berkomitmen bergabung dalam koalisi maritim tersebut.

Pergeseran nada dari seruan bantuan menuju klaim kemandirian militer AS memicu spekulasi tentang konsistensi strategi Washington dalam konflik yang berkembang.

Baca juga: Krisis Selat Hormuz dan Dampak Bagi Program Makan Bergizi Gratis

Penolakan Sekutu Barat dan Eropa

Sejumlah sekutu utama Amerika Serikat menolak atau menunda keterlibatan mereka dalam rencana operasi maritim di Selat Hormuz.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa negaranya tidak akan terlibat dalam operasi militer karena bukan pihak dalam konflik.

“Kami bukan pihak dalam konflik ini, sehingga Prancis tidak akan terlibat dalam operasi membuka Selat Hormuz,” kata Macron.

Pemerintah Inggris di bawah Perdana Menteri Keir Starmer juga dinilai belum menunjukkan komitmen penuh untuk bergabung.

Negara lain seperti Jerman, Italia, Spanyol, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Polandia menyatakan perlunya peninjauan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Kritik Trump terhadap NATO

Trump melontarkan kritik keras terhadap aliansi NATO yang menurutnya gagal menunjukkan solidaritas terhadap Amerika Serikat.

Ia menyoroti kontribusi keuangan dan militer AS selama beberapa dekade, termasuk dukungan terhadap Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini