Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Sebuah inisiatif besar yang mengusung budaya mandi Jepang sebagai sarana penyebaran kedamaian dunia resmi diluncurkan melalui program “2026 Ofuro World Peace Project”.
"Proyek ini diselenggarakan oleh Komite Eksekutif 2026 Ofuro World Peace Project yang dipimpin oleh Yasuharu Inoue, dengan tujuan menyebarkan rasa ketenangan, relaksasi, dan kelembutan hati melalui budaya mandi khas Jepang," ungkap Inoue khusus kepada Tribunnews.com Kamis (19/3/2026).
Tahun 2026 dianggap sebagai tahun spesial karena permainan kata “026” yang dibaca sebagai “ofuro” (mandi). Bahkan disebut sebagai “tahun mandi sekali dalam 1000 tahun”.
"Saat ini juga sedang berkecamuk perang Iran-Amerika Serikat. Waktunya agar segera berdamai dengan senyum dan mandi ala Jepang mungkin," tambahnya.
Selain itu, tahun ini juga menandai 160 tahun hubungan diplomatik Jepang–Italia.
Baca juga: Partisipasi Lintas 3 Generasi Pertama di Jepang pada Kejuaraan Pickleball Minato City Cup
Kedua negara yang sama-sama memiliki budaya pemandian (onsen di Jepang dan thermae di Italia) akan bekerja sama menyebarkan pesan perdamaian melalui budaya mandi.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya menuju pengakuan budaya onsen sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada tahun 2030.
Musik “Bathtime Pops” Jadi Media Penyebaran
Dalam acara peluncuran proyek perdamaian ini, grup pria beranggotakan enam orang ONSENSE resmi ditunjuk sebagai duta proyek.
ONSENSE dikenal dengan konsep musik “bathtime pops”, yakni musik hangat dan menenangkan seperti perasaan saat berendam di air hangat.
Musik mereka bertujuan membantu orang menerima diri sendiri dan meredakan stres kehidupan sehari-hari.
Salah satu anggota, Usa Takuma, tidak hadir dalam acara tersebut.
Selain itu, atlet Olimpiade sekaligus Duta Pariwisata Kusatsu Onsen, Tsugiharu Ogiwara, turut hadir dan berbagi pengalaman tentang manfaat pemandian air panas bagi tubuh dan pikiran.
“Keterbukaan Tanpa Batas” dalam Makna Baru
Proyek ini juga mengangkat konsep khas Jepang yaitu “hadaka no tsukiai” (kedekatan tanpa sekat saat mandi bersama), yang kini didefinisikan ulang menjadi:
“Berbagi waktu relaksasi bersama, melepaskan ketegangan, dan mendekatkan hati.”
Baca tanpa iklan