“Namun, jika Anda menyerang rantai pasokan listrik kami, kami akan menyerang rantai pasokan listrik Anda.”
IRGC juga menyatakan bahwa pembalasan Iran akan menargetkan pembangkit listrik yang melayani pangkalan AS, serta lokasi ekonomi, industri, dan energi yang terkait dengan kepentingan Amerika.
Pernyataan tersebut diakhiri dengan penegasan kemampuan militer Iran.
“Kami bertekad untuk menanggapi setiap ancaman secara setara untuk menciptakan efek jera yang seimbang, dan kami akan melaksanakannya.”
“Amerika Serikat tidak mengetahui kemampuan kami; mereka akan menyaksikannya di medan perang.”
Sejauh ini, IRGC mengklaim telah menyerang sejumlah target strategis Amerika dan Israel di kawasan sebagai bagian dari Operasi True Promise 4.
Penutupan Selat Hormuz
Mengutip NDTV, Iran menutup Selat Hormuz untuk sebagian besar lalu lintas pelayaran, terutama bagi negara-negara yang terlibat dalam serangan terhadap Iran sejak 28 Februari 2026.
Sekitar seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia melewati selat tersebut.
Penutupan ini memaksa negara-negara yang bergantung pada jalur tersebut untuk mencari rute alternatif dan memanfaatkan cadangan energi.
Kondisi ini juga mendorong kenaikan harga minyak mentah, yang berpotensi memicu inflasi global jika konflik terus berlanjut.
Sejumlah negara seperti Inggris, Prancis, Italia, Jerman, Korea Selatan, Australia, UEA, dan Bahrain telah mengutuk penutupan de facto Selat Hormuz oleh Iran.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf, sebelumnya memperingatkan bahwa Selat Hormuz tidak akan segera kembali ke kondisi normal sebelum perang.
“Bahkan dalam skenario terbaik, untuk kembali sepenuhnya dibuka membutuhkan waktu beberapa bulan. Ada amunisi yang belum meledak yang mengambang di sekitar. Mungkin juga terdapat ladang ranjau, serta ketegangan tinggi dari pasukan keamanan di kedua sisi,” kata Luckyn-Malone.
Serangan terhadap Fasilitas Nuklir
Di tengah eskalasi konflik, fasilitas pengayaan nuklir Natanz milik Iran kembali dihantam serangan udara pada Sabtu (21/3/2026), untuk kedua kalinya sejak awal perang.
Tidak ada kebocoran radiasi yang dilaporkan, menurut kantor berita resmi Iran, Mizan.
Baca tanpa iklan