News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Media Israel Haaretz: 8 dari 10 Rudal yang Diluncurkan Iran Berhasil Menghantam Target

Penulis: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TINGKAT KEBERHASILAN - Rudal balistik Iran. Dalam laporan terbarunya, Haaretz menyebutkan, delapan dari sepuluh rudal balistik yang diluncurkan Iran berhasil mencapai target.  Read more at: https://economictimes.indiatimes.com/news/defence/qassem-basir-this-iranian-missile-can-be-a-headache-for-us-israel/articleshow/121827257.cms?utm_source=contentofinterest&utm_medium=text&utm_campaign=cppst

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Media Israel Haaretz mengungkap fakta mengejutkan terkait efektivitas serangan rudal Iran ke wilayah Israel. 

Haaretz adalah salah satu surat kabar harian tertua dan paling berpengaruh di Israel, dikenal dengan sikap editorial yang liberal dan progresif.

Media ini sering dianggap sebagai suara kritis terhadap kebijakan pemerintah Israel, dengan fokus pada isu politik, budaya, dan hubungan internasional.

Dalam laporan terbarunya, Haaretz menyebutkan, delapan dari sepuluh rudal balistik yang diluncurkan Iran berhasil mencapai target. 

Temuan ini memperkuat berbagai laporan lapangan dan rekaman visual yang menunjukkan kegagalan sistem pertahanan rudal Israel dan Amerika Serikat dalam menghadapi serangan intensif tersebut.

Para analis militer Israel menilai tingkat keberhasilan ini terus meningkat seiring semakin tertekannya sistem pertahanan udara. 

Jaringan pertahanan rudal yang sebelumnya menjadi andalan kini mengalami kelelahan sistemik akibat intensitas serangan yang tinggi dan berkelanjutan. Kondisi ini diperparah oleh rusaknya sejumlah radar penting milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Radar-radar tersebut, termasuk yang berada di negara sekutu seperti Qatar dan Uni Emirat Arab, sebelumnya berperan penting dalam memberikan data deteksi dini. 

Namun, kehancuran sistem radar ini mengurangi kemampuan Israel dan AS dalam mengantisipasi arah serta waktu datangnya rudal. Akibatnya, respons pertahanan menjadi lebih lambat dan kurang efektif.

Selain itu, serangan masif yang dilakukan kelompok Hezbollah dari Lebanon juga turut memperparah situasi. 

Serangan simultan dari berbagai arah membuat sistem pertahanan Israel dan AS kewalahan, sehingga meningkatkan peluang rudal Iran untuk menembus pertahanan dan menghantam target strategis.

Sebelum pecahnya serangan besar pada 28 Februari, Amerika Serikat sebenarnya telah mengerahkan berbagai sistem pertahanan canggih ke wilayah Israel dan sekitarnya. 

Sistem seperti THAAD milik Angkatan Darat AS ditempatkan di Israel dan Yordania, sementara Angkatan Laut mengoperasikan kapal perusak dengan sistem AEGIS yang mampu meluncurkan rudal pencegat seperti SM-2, SM-3, dan SM-6.

Namun demikian, stok rudal pencegat yang dimiliki AS dan Israel mengalami penurunan drastis. Persediaan tersebut bahkan belum sepenuhnya pulih sejak konflik singkat selama 12 hari dengan Iran pada Juni 2025. 

Hal ini membuat kemampuan pertahanan semakin terbatas di tengah intensitas serangan yang terus meningkat.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini