Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG — Upaya meningkatkan kesadaran kebencanaan (mitigasi) bagi warga asing terus dilakukan di Jepang.
Di Kota Mashiki, Prefektur Kumamoto, sebuah kegiatan edukasi bencana melalui metode “machiaruki” atau berjalan menyusuri lingkungan digelar pada 22 Maret 2026 lalu dan sekitar 10 WNI ikut serta acara tersebut.
Kegiatan ini diikuti sekitar 20 warga asing, termasuk dari Indonesia dan Kamboja, yang tinggal di kawasan Kotani.
"Program ini dipandu oleh anggota komunitas setempat dari kelompok relawan pencegahan bencana (jishu bosai club)," ungkap seorang Panitia kepada Tribunnews.com Senin (30/3/2026).
Mengenal Lingkungan dan Titik Evakuasi
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak langsung berkeliling wilayah tempat tinggal mereka untuk memahami langkah-langkah evakuasi saat terjadi bencana.
Beberapa poin penting yang diperkenalkan antara lain mengenai lokasi balai komunitas yang berfungsi sebagai tempat evakuasi.
Baca juga: BNPB Ingatkan Warga Siaga, Bencana Hidrometeorologi Masih Dominan
Gudang logistik berisi persediaan darurat dan sumur khusus yang dapat digunakan saat kondisi krisis.
Pendekatan ini dinilai efektif karena peserta dapat melihat langsung fasilitas yang tersedia di lingkungan mereka.
Pentingnya Edukasi bagi Warga Asing
Jepang dikenal sebagai negara yang rawan gempa dan bencana alam lainnya.
"Oleh karena itu, pemahaman terhadap sistem evakuasi dan fasilitas darurat menjadi hal penting, terutama bagi warga asing yang mungkin belum familiar dengan kondisi setempat," lanjutnya.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga rasa aman karena mengetahui langkah yang harus diambil dalam situasi darurat.
Membangun Komunitas yang Siap Bencana
Kegiatan seperti ini juga memperkuat hubungan antara warga lokal dan komunitas asing. Dengan adanya interaksi langsung, komunikasi menjadi lebih mudah saat menghadapi situasi darurat.
Pemerintah daerah dan komunitas setempat berharap program serupa dapat terus dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang tangguh dan siap menghadapi bencana.
Edukasi kebencanaan berbasis komunitas menjadi kunci keselamatan warga. Demikian pula pendekatan langsung seperti “machiaruki” efektif meningkatkan pemahaman.
Baca tanpa iklan