TRIBUNNEWS.COM, ISRAEL - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Minggu mengatakan bahwa ia telah memerintahkan militer untuk memperluas operasi di Lebanon selatan.
Ini dilakukan merespon serangan roket yang terus dilakukan oleh Hizbullah.
Pekan lalu, Israel menyatakan telah memperluas zona penyangga hingga Sungai Litani.
Namun, belum jelas apakah perintah terbaru Netanyahu merujuk pada wilayah tersebut atau mencakup area tambahan.
“Saya telah menginstruksikan untuk lebih memperluas zona keamanan guna menggagalkan ancaman invasi serta menjauhkan tembakan rudal anti-tank dari perbatasan kami,” ujar Netanyahu dalam pernyataan video dari Komando Utara Israel dikutip dari Arabiya, Senin (30/3/2026).
Baca juga: IRGC Serang Pabrik Aluminium UEA-Bahrain, Iran Balas Serangan AS-Israel, Pasokan Global Terancam
Kantor PM Netanyahu tidak memberikan rincian lebih lanjut dan isu belum dibahas dalam kabinet keamanan.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa pasukan Israel akan mengendalikan titik-titik strategis dan zona keamanan hingga Sungai Litani, yang bermuara ke Laut Mediterania sekitar 30 km di utara perbatasan Israel.
Hizbullah yang didukung Iran mulai meluncurkan roket ke Israel setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan udara ke Iran.
Menurut sumber yang mengetahui data internal Hizbullah, lebih dari 400 pejuang kelompok tersebut tewas sejak konflik terbaru dengan Israel dimulai pada 2 Maret.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan lebih dari 1.100 orang tewas akibat serangan udara dan operasi darat Israel, termasuk perempuan, anak-anak, dan tenaga medis.
Data tersebut tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan.
Militer Israel menyatakan empat tentaranya juga tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan.
Netanyahu menegaskan bahwa langkah ini bertujuan memperkuat keamanan di wilayah perbatasan utara Israel.
“Kami telah melenyapkan ribuan anggota Hizbullah dan menghilangkan ancaman besar dari sekitar 150.000 rudal dan roket yang ditujukan ke kota-kota Israel,” katanya.
“Namun Hizbullah masih memiliki kemampuan untuk meluncurkan roke. Kami bertekad mengubah situasi di utara secara mendasar,” katanya.
Baca tanpa iklan