TRIBUNNEWS.COM – Sektor saham cip komputer global tengah berada dalam tekanan hebat pada pekan ini setelah sejumlah perusahaan raksasa produsen memori dunia seperti Samsung Electronics, SK Hynix, hingga Micron Technology pada Selasa (31/3/2026) melaporkan penurunan harga saham yang tajam.
Anjloknya saham-saham produsen ini dipicu oleh dua faktor utama.
Pertama adalah kontroversi kesepakatan infrastruktur AI milik CEO OpenAI, Sam Altman.
Kedua, munculnya teknologi efisiensi Artificial Intelligence (AI) terbaru dari Google yang berpotensi memangkas kebutuhan perangkat keras seperti memori RAM secara drastis.
OpenAI Jadi Biang Kerok
Rontoknya saham--saham produsen memori dan chip pada pekan ini sendiri berakar dari Letter of Intent (LOI) yang ditandatangani oleh CEO OpenAI, Sam Altman dengan Samsung dan SK Hynix pada Oktober 2025 lalu.
LOI sendiri adalah surat pernyataan minat atau kesepakatan awal yang belum bersifat mengikat secara hukum, namun menunjukkan komitmen serius antarperusahaan untuk bekerja sama.
Saat itu, kedua perusahaan Korea Selatan tersebut sepakat memasok hingga 900.000 wafer DRAM per bulan untuk proyek ambisius OpenAI bernama 'Stargate'.
Wafer DRAM merupakan piringan silikon tipis yang menjadi bahan baku utama pembuatan cip memori komputer.
Satu unit wafer biasanya dipotong menjadi ratusan keping cip memori yang digunakan pada HP, laptop, hingga peladen (server) AI.
Adapun pemesanan 900.000 wafer DRAM dari OpenAI tersebut setara dengan 40 persen dari total pasokan atau produksi memori cip secara global.
Baca juga: Kesalahan Sistem, Fitur AI Apple Muncul di China Lebih Awal
Meski kesepakatan tersebut, belum bersifat mengikat (non-binding), pasar justru bereaksi berlebihan.
Akibat deal OpenAI ini, harga kontrak penjualan DRAM melonjak hingga 171 persen karena kekhawatiran kelangkaan pasokan global.
Melansir dari Reuters, rencana ini bahkan mendorong rancangan pembangunan pusat data raksasa di Korea Selatan secara mendadak.
Euforia ini membuat produsen memori chip seperti Micron Technology rela mengorbankan pasar konsumen biasa.
Baca tanpa iklan