Ringkasan Berita:
- Donald Trump mengatakan AS sedang mempertimbangkan dengan serius untuk keluar dari NATO.
- Trump sebut NATO hanya 'macan kertas' dan Presiden Rusia Vladimir Putin) juga tahu soal itu.
- Selama ini seluruh Anggota NATO memegang prinsip bahwa serangan terhadap satu anggota NATO dianggap serangan terhadap semua.
TRIBUNNEWS.COM, AS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS sedang mempertimbangkan dengan serius untuk keluar dari NATO.
Dikutip dari Telegraph, Rabu (1/4/2026), Trump menggambarkan NATO saat ini sebagai "macan kertas".
Dia mengatakan bahwa dia telah lama meragukan kredibilitas NATO.
"Oh ya, saya akan mengatakan [itu] tidak perlu dipertimbangkan lagi," kata Trump ketika ditanya apakah dia akan mempertimbangkan kembali keanggotaan AS dalam aliansi tersebut setelah konflik dengan Iran belakangan ini.
"Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu mereka hanyalah macan kertas dan Putin (Presiden Rusia Vladimir Putin) juga tahu itu."
Ngambek ditolak Anggota NATO
NATO merupakan organisasi persekutuan militer internasional yang dikenal sebagai Pakta Pertahanan Atlantik Utara.
Didirikan pada 4 April 1949 organisasi ini bertujuan menjaga keamanan kolektif negara-negara anggotanya.
Saat ini NATO beranggotakan 32 negara termasuk AS dan sejumlah sekutunya di Eropa.
Selama ini seluruh Anggota NATO memegang prinsip bahwa serangan terhadap satu anggota NATO dianggap serangan terhadap semua.
Belakangan sejumlah negara Anggota NATO menolak membantu AS dalam perang melawan Iran.
Sebelumnya sejumlah anggota NATO seperti Prancis dan Jerman juga menolak usul Trump agar mengirim kapal perang menjaga Selat Hormuz.
Tolak pesawat AS
Terbaru, salah satu Anggota NATO yakni Spanyol melalui Menteri Pertahanan Margarita Robles, tidak mengizinkan penggunaan ruang udara negaranya dipakai AS untuk tujuan perang.
Langkah ini memaksa pesawat militer AS harus mengambil rute alternatif untuk menuju sasarannya di Iran.
Perancis dan Italia juga bersikap sama tidak mengizinkan pesawat AS menuju Israel—yang membawa perlengkapan militer—melintasi wilayah udaranya.
Donald Trump melontarkan kritik keras kepada Perancis.
Melalui unggahan di Truth Social pada Selasa (31/3/2026), ia menyampaikan kekecewaannya secara terbuka.
“Negara Perancis tidak mengizinkan pesawat yang menuju Israel, yang membawa perlengkapan militer, terbang di atas wilayah Perancis,” tulis Trump, dikutip dari The Hill.
Ia juga menambahkan, “Perancis SANGAT TIDAK MEMBANTU terkait ‘Penjagal Iran,’ yang telah berhasil dieliminasi!”
Trump bahkan memperingatkan bahwa sikap tersebut akan diingat oleh Washington.
“Amerika Serikat akan mengingatnya!!!” tulisnya.
Baca tanpa iklan