News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Mantan Menteri Libya Era Gaddafi Peringatkan Iran: Jangan Terlalu Percaya AS, Banyak Perangkap

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang perundingan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026) hari ini, muncul sebuah peringatan keras dari mantan pejabat tinggi Libya.

Mantan Menteri Informasi Libya di era Muammar Gaddafi, Moussa Ibrahim mewanti-wanti Iran agar tidak percaya sepenuhnya dengan AS.

Ibrahim mengatakan, AS memiliki "perangkap" diplomasi bila terlalu percaya dengan mereka.

Ibrahim meminta Iran berkaca pada nasib tragis Libya.

Ia menyebut bahwa kehancuran negaranya bermula dari rasa percaya yang terlalu besar terhadap janji-janji manis negara Barat.

"Libya dulu adalah negara yang sangat stabil dan kuat di Afrika."

"Namun, karena kami sempat percaya bisa menjalin hubungan baik dengan Barat, kami harus membayar harga yang sangat mahal," ujar Ibrahim dalam wawancara eksklusif bersama Russia Today, Jumat (10/4/2026).

Menurut Ibrahim, ada perbedaan niat yang kontras antara kedua negara.

Ia menilai Iran benar-benar tulus mencari solusi damai.

Sebaliknya, AS dianggap hanya ingin mengontrol tingkat ketegangan demi kepentingan politik mereka sendiri.

"Bagi Washington, kekacauan di Timur Tengah justru menguntungkan."

Baca juga: Jelang Pertemuan AS-Iran, Israel Bikin Ulah, Ogah Gencatan Senjata dengan Hizbullah

"Mereka ingin memastikan tidak ada kekuatan regional yang bersatu atau tumbuh terlalu kuat," tambahnya.

Ia menuding AS menggunakan meja perundingan bukan untuk mengakhiri konflik, melainkan untuk mencari cara baru dalam menekan Iran melalui jalur ekonomi dan politik tanpa harus memicu perang terbuka yang memalukan reputasi mereka.

PM Pakistan Optimis

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif menerima kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance di Islamabad, Sabtu (11/4/2026).

Pertemuan ini menandai dimulainya babak baru negosiasi damai bertajuk "Islamabad Talks" untuk mengakhiri krisis di kawasan Asia Barat.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini