TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengeluarkan peringatan kepada warga Amerika Serikat (AS) untuk "menikmati" harga BBM saat ini.
"Nikmati harga bensin saat ini," tulisnya di X.
Menurut Baqer, warga AS akan segera "merindukan" harga bahan bakar $4–$5 per galon seperti dikutip dari PressTV Iran.
Harga BBM di AS akan segera naik menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump memblokade Selat Hormuz, jalur pelayaran global untuk minyak dan gas, yang masih dikuasai Iran.
Trump mengumumkan blokade tersebut setelah pembicaraan perdamaian tingkat tinggi di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan.
Menurut American Automobile Association, harga rata-rata bensin reguler di AS saat ini berada di angka $4,125 per galon.
Angka tersebut sudah naik lebih dari 40 persen dari level sebelum perang sebesar $2,98, dan para ahli memperingatkan harga bisa naik lebih tinggi lagi jika blokade Selat Hormuz dilakukan.
Iran telah membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz sejak perang agresi AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan pekan lalu bahwa selat tersebut "tidak akan pernah kembali ke keadaan semula, terutama bagi AS dan Israel".
Iran mengizinkan kapal-kapal yang melayani negara-negara netral seperti China, untuk melintas dan melarang kapal-kapal yang berafiliasi dengan negara-negara agresor dan para pendukungnya.
Parlemen Iran telah memajukan rancangan undang-undang untuk memberlakukan biaya transit dalam mata uang nasional dan secara eksplisit melarang kapal-kapal AS dan Israel.
Trump: Harga Bensin Tidak Akan Turun
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa harga BBM mungkin tetap tinggi hingga November mendatang.
"Bisa jadi sama atau mungkin sedikit lebih tinggi, tetapi seharusnya sekitar harga yang sama," kata Trump, yang berada di Miami kepada Fox News.
Trump mengumumkan di media sosial bahwa Angkatan Laut AS akan memblokade Selat Hormuz dan mencegat kapal apa pun yang membayar biaya penyeberangan ke Iran.
"Tidak seorang pun yang membayar pungutan ilegal akan mendapatkan perjalanan aman di laut lepas," tulisnya di platform media sosial Truth.
Baca tanpa iklan