News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Balas Keras Blokade Trump, Ancam Lumpuhkan Laut Merah dan Jalur Perdagangan Dunia

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IRAN - Potret bendera Iran. Kementerian Intelijen Iran mengklaim telah menangkap 97 tentara bayaran yang direkrut Israel di seluruh wilayah Iran, Kamis (19/3/2026). Iran balas keras blokade AS di Hormuz, ancam ganggu Laut Merah dan jalur dagang dunia. Ketegangan global makin memanas, dunia waswas krisis energi.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat tajam setelah militer Iran mengeluarkan ancaman balasan terkait blokade yang diberlakukan AS di kawasan Selat Hormuz.

Iran memperingatkan bahwa jika tekanan militer dan ekonomi terus berlanjut, mereka siap memperluas respons dengan mengganggu jalur perdagangan global di kawasan strategis, termasuk Laut Merah, Teluk Persia, dan Laut Oman.

Pernyataan resmi tersebut disampaikan pada Rabu (15/4/2026) melalui siaran televisi pemerintah Iran.

Dalam keterangan itu, Iran menegaskan bahwa langkah AS yang melakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran dianggap sebagai tindakan provokatif yang dapat memicu eskalasi konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Kepala pusat komando militer Iran, Ali Abdollahi, menyebut bahwa kebijakan blokade AS berpotensi mengganggu stabilitas gencatan senjata yang masih berlangsung.

Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam apabila jalur ekspor dan impor negara tersebut terus ditekan oleh Amerika Serikat melalui operasi militer di laut.

Menurut Abdollahi, jika kondisi tersebut terus berlanjut, Iran dapat mengambil langkah ekstrem dengan menghentikan seluruh aktivitas perdagangan maritim di kawasan Teluk Persia, Laut Oman, hingga Laut Merah.

Hal ini mencakup pembatasan terhadap kapal dagang dan tanker minyak yang melintas di wilayah tersebut.

“Angkatan bersenjata Republik Islam yang kuat tidak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun untuk terus berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, atau Laut Merah,” tegas Abdollahi dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita Tasnim.

Ia juga memperingatkan bahwa tindakan AS yang dianggap menciptakan ketidakamanan di jalur pelayaran internasional dapat menjadi pemicu runtuhnya gencatan senjata yang saat ini masih berlaku.

Iran menilai bahwa gangguan terhadap kapal-kapal dagang dan tanker minyak merupakan ancaman langsung terhadap perekonomian nasional mereka.

Iran Akan Serang Kapal yang Langgar Wilayah Lautnya

Lebih lanjut, militer Iran menyatakan akan mengambil langkah tegas terhadap kapal-kapal yang dianggap melanggar wilayah atau mendekati zona blokade.

Baca juga: Selat Hormuz Dijejali Ranjau Laut Iran, Bagaimana Cara Angkatan Laut AS Membersihkannya?

Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya tekanan militer dan kebijakan blokade yang dilakukan Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Iran menegaskan bahwa tindakan tersebut bertujuan untuk melindungi kedaulatan wilayah lautnya sekaligus menjaga jalur ekonomi utama yang menjadi urat nadi perdagangan negara.

Selain itu, langkah tegas ini juga dimaksudkan untuk memberikan efek pencegahan agar kapal asing tidak memasuki atau mendekati area yang dianggap sensitif dan berpotensi menimbulkan ancaman keamanan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini