TRIBUNNEWS.COM - Para negosiator Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin mendekati kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Kedua pihak yang bertikai — dengan bantuan mediator dari Pakistan, Mesir, dan Turki — telah berupaya menjembatani kesenjangan yang tersisa dan mencapai kesepakatan sebelum gencatan senjata berakhir pada 21 April 2026.
Delegasi Pakistan yang dipimpin oleh Komandan Angkatan Darat Marsekal Lapangan Asim Munir tiba di Teheran pada Rabu (15/4/2026) untuk melakukan pembicaraan langsung dengan para pejabat Teheran.
Namun menurut laporan Axios, para pejabat AS dan sumber-sumber yang mengetahui proses mediasi memperingatkan bahwa kesepakatan tidak dijamin.
Sumber-sumber itu mengatakan bahwa terdapat perbedaan substansial antara kedua belah pihak.
"Mari kita tunggu dan lihat apakah kita bisa mencapai kesepakatan. Kami berharap dan berusaha untuk mendorong kedua belah pihak," kata seorang pejabat Pakistan.
Seorang pejabat AS mengatakan tim negosiasi Presiden Donald Trump terus melakukan panggilan dan bertukar draf proposal dengan pihak Iran pada hari Selasa.
"Mereka saling menghubungi melalui telepon dan jalur komunikasi rahasia dengan semua negara, dan mereka semakin mendekat," kata pejabat AS tersebut.
Sementara seorang pejabat AS kedua mengkonfirmasi bahwa kemajuan telah dicapai pada hari Selasa.
"Kami ingin membuat kesepakatan. Dan sebagian dari pemerintah mereka juga ingin membuat kesepakatan."
"Sekarang tantangannya adalah bagaimana membuat seluruh pemerintah di sana menyetujui kesepakatan tersebut," kata seorang pejabat AS ketiga.
Baca juga: Intel Bocor! Iran Gunakan Satelit China untuk Lacak dan Kunci Target Serangan ke Pangkalan AS
Babak baru pembicaraan langsung tatap muka kemungkinan akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang sebelum gencatan senjata berakhir.
Meski begitu, tanggal pasti untuk pertemuan antara AS dengan Iran belum ditetapkan.
Wapres AS, JD Vance merasa optimis bahwa kesepakatan damai dengan Iran akan segera tercapai.
"Saya pikir orang-orang yang duduk di hadapan kita ingin membuat kesepakatan. Saya merasa sangat optimis dengan posisi kita saat ini," tegasnya.
Baca tanpa iklan