News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gempa M7,5 Jepang Hari Ini Picu Peringatan Tsunami 80 Cm di Tohoku dan Hokkaido

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

GEMPA JEPANG - Peta gempa bumi berkekuatan kedalaman sekitar 10 km terjadi di lepas pantai Sanriku, Kamis (20/4/2026) sore. (Richard Susilo)

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pada Senin, 20 April 2026 pukul 16.53 waktu setempat, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 dengan kedalaman sekitar 10 km terjadi di lepas pantai Sanriku (sekitar 100 km sebelah timur Miyako).

Menyusul gempa tersebut, otoritas meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami setinggi 80 cm untuk wilayah Iwate, Aomori, dan pesisir Pasifik bagian tengah Hokkaido, serta meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Wilayah yang terdampak dengan peringatan Tsunami

Pesisir Pasifik tengah Hokkaido
Pesisir Pasifik Prefektur Aomori
Prefektur Iwate

Baca juga: Gempa dan Tsunami Terjadi di Jepang, Kemlu RI Belum Terima Laporan WNI Terdampak 

Waspada akan Tsunami diumumkan lembaga  meteorologi Jepang adalah: 

Pesisir Pasifik timur dan barat Hokkaido
Pesisir Laut Jepang Prefektur Aomori
Prefektur Miyagi
Prefektur Fukushima

Tsunami mulai teramati

Menurut data pengamatan hingga pukul 17.52, tinggi gelombang maksimum yang tercatat adalah:

Pelabuhan Kuji: 0,8 meter
Miyako: 0,4 meter
Pelabuhan Hachinohe: 0,3 meter
Urakawa: 0,2 meter

Beberapa lokasi lainnya masih dalam proses pengamatan.

Para ahli mengingatkan bahwa gelombang tsunami terbesar bisa datang setelah gelombang awal, dan dapat memerlukan waktu beberapa jam untuk mencapai puncaknya. 

Selain itu, ada kemungkinan tinggi tsunami yang sebenarnya melebihi angka yang telah terukur.

Seruan evakuasi segera

Otoritas setempat menegaskan bahwa warga yang berada di wilayah pesisir atau dekat sungai harus segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau ke gedung evakuasi. 

Tsunami dapat datang berulang kali, sehingga masyarakat diminta tetap berada di tempat aman hingga peringatan dicabut.

Untuk wilayah dengan status waspada, masyarakat juga diminta menjauhi laut dan tidak melakukan aktivitas di pantai karena arus laut tetap berbahaya.

Perkembangan ke depan

Ketinggian tsunami masih berpotensi meningkat. Bahkan setelah waktu perkiraan tiba, gelombang bisa datang lebih lambat di beberapa wilayah.

"Oleh karena itu, masyarakat diminta terus mengikuti informasi terbaru dan tidak lengah," ungkap sumber  meteorologi Jepang kepada Tribunnews.com.

Otoritas kembali menegaskan: jangan meninggalkan tempat aman sampai peringatan resmi dicabut.

Diskusi  beasiswa  dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini