News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banyak Masjid dan Gereja Dihancurkan oleh Israel, Kecaman Internasional Menguat

Editor: willy Widianto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SITUS KEAGAMAAN - Serangan Israel terhadap situs-situs keagamaan adalah salah satu pola utama yang muncul dari perang multifrontnya di kawasan tersebut.

Ringkasan Berita:

  • Situs-situs keagamaan lainnya juga terkena serangan, termasuk rata dengan tanah sebuah kuil kuno dan masjid.
  • Secara keseluruhan, insiden-insiden tersebut mencakup tempat ibadah Kristen dan Muslim
  • Di Gaza, skala kehancuran jauh lebih besar, dengan infrastruktur keagamaan yang terkena dampak sebagai bagian dari kehancuran yang lebih luas

 

 

TRIBUNNEWS.COM, BEIRUT - Serangan Udara dari pasukan militer Israel menyebabkan kerusakan parah pada sebuah masjid di Lebanon Selatan. Serangan tersebut melanggar perjanjian gencatan senjata 10 hari.

Baca juga: Media Lebanon Rilis Foto Tentara Israel: Ketika Pembunuh dan Penjajah Memasak di Negeri Orang

Sebelumnya Israel juga menghancurkan patung Yesus di Lebanon dan hal tersebut merupakan daftar panjang dari tindakan Israel yang merusak situs-situs keagamaan Arab, Kristen, dan Muslim.

Insiden perusakan patung Yesus di Lebanon selatan tersebut bukanlah kasus terisolasi dan merupakan kelanjutan dari serangkaian serangan dan insiden yang memengaruhi situs-situs keagamaan di seluruh wilayah selatan negara itu selama perang Israel dengan Hizbullah.

Pada April 2026, sebuah salib milik sebuah kuil Kristen kecil di desa Debel ditemukan hancur dalam insiden yang kemudian dikutuk oleh pejabat Israel.

Beberapa bulan sebelumnya, selama invasi darat November 2024, pasukan Israel menghancurkan kuil Maqam Shamoun Al-Safa di desa Chamaa, sebuah situs yang telah lama dihormati oleh masyarakat setempat dan dikaitkan dengan Santo Petrus.

Situs-situs keagamaan lainnya juga terkena serangan, termasuk rata dengan tanah sebuah kuil kuno dan masjid yang berdekatan di desa perbatasan Mhaibib, selama operasi militer Israel. Gereja Katolik Melkite St. George di Dardghaya hancur dalam serangan udara pada Desember 2024.

Secara keseluruhan, insiden-insiden tersebut mencakup tempat ibadah Kristen dan Muslim, terjadi di daerah-daerah yang menjadi garis depan selama kampanye militer Israel di Lebanon selatan.

Di Gaza, skala kehancuran jauh lebih besar, dengan infrastruktur keagamaan yang terkena dampak sebagai bagian dari kehancuran yang lebih luas di daerah-daerah sipil.

Beberapa situs Kristen terpenting di wilayah tersebut telah terkena serangan, rusak, atau hancur selama perang. Gereja Santo Porphyrius, salah satu gereja tertua di dunia, terkena serangan pada Oktober 2023, dengan pejabat gereja mengkonfirmasi bahwa warga sipil yang berlindung di dalam kompleks tersebut tewas.

Baca juga: Seputar Garis Kuning Lebanon, Perimeter Israel yang Mau Dibongkar Hizbullah

Salah satu bangunan suci utama di dalam kompleks gereja dihancurkan oleh pasukan Israel, menewaskan beberapa warga sipil di dalamnya.

Gereja Keluarga Kudus, satu-satunya gereja Katolik di Gaza, juga telah rusak akibat serangan udara Israel selama konflik, dan kompleksnya berulang kali digunakan sebagai tempat perlindungan bagi warga sipil yang mengungsi.

Di dekatnya, Biara Santo Porphyrius dan bangunan keagamaan di sekitarnya telah dibom berkali-kali oleh Israel di tengah pemboman yang terus berlanjut.

Selain gereja, sekitar 79 persen masjid di seluruh Gaza telah hancur atau rusak parah selama serangan udara dan operasi darat Israel, menurut otoritas setempat dan analisis citra satelit.(New Arab/Al Jazeera)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini