News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Lahan Situs Suci Dirombak Jadi Pacuan Kuda di Drakgo Tibet

Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lintasan balap yang dibangun di Drakgo, Tibet. Lahan di sekitar situs suci di Drakgo, Tibet, yang sebelumnya menjadi tempat pemujaan masyarakat setempat, kini diubah menjadi arena pacuan kuda.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lahan di sekitar situs suci yang dihormati di Drakgo, Tibet, kini diubah menjadi arena pacuan kuda. 

Dikutip dari Bitter Winter, Minggu (7/6/2026), jurnalis Lopsang Gurung menulis bahwa Kabupaten Drakgo merupakan bagian dari Tibet historis yang saat ini berada di Prefektur Otonomi Tibet Garzê, Provinsi Sichuan, Tiongkok.

“Tempat yang dulunya situs pemujaan bagi warga Tibet setempat, dan landmark yang terlihat dari jarak bermil-mil, kini telah diubah menjadi lapangan pacuan kuda,” kata Gurung.

Menurutnya, patung Buddha tersebut sebelumnya dipindahkan pada Desember 2021 sebagai bagian dari gelombang penertiban yang terjadi di wilayah itu. 

Patung yang sebelumnya berdiri di ruang terbuka sebagai objek pemujaan publik dipindahkan ke Dukhang biara, tempat yang hanya dapat diakses biksu dan sebagian kecil pengunjung.

“Patung itu masih ada, tetapi visibilitas, fungsi, dan maknanya telah berubah," ujarnya.

Ia menyebut perkembangan terbaru menunjukkan tahap lanjutan dari kampanye menggantinya dengan simbol dan fungsi baru.

Patung tersebut sebelumnya berdiri di dekat Biara Ganden Rabten Namgyal Ling. 

Menurut laporan saksi mata, setelah patung dipindahkan, area itu sempat dibiarkan kosong sebelum akhirnya diubah menjadi arena pacuan kuda.

Gurung menulis bahwa pacuan kuda memang bukan hal asing dalam budaya Tibet, namun dalam konteks ini berfungsi sebagai pengganti, bukan kelanjutan budaya setempat.

Ia menegaskan bahwa kasus di Drakgo bukanlah peristiwa tunggal.

Pada periode yang sama, pihak berwenang juga menutup Sekolah Ganden Nangten.

Sekolah tersebut digantikan dengan dua bangunan baru berukuran besar.

Namun, fungsi bangunan baru itu disebut belum jelas.

Gurung juga menyoroti mantan Sekretaris Partai setempat, Wang Dongsheng, yang mengawasi kampanye tersebut.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini