TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengkritik upaya Amerika Serikat (AS) untuk menekan Iran dengan menyaingi blokade negara itu di Selat Hormuz.
Putra mendiang Ali Khamenei itu mengharapkan masa depan kawasan Teluk tanpa kehadiran AS.
Dalam pernyataan tertulis, ia menekankan kerangka hukum dan manajemen baru untuk Selat Hormuz akan membawa stabilitas dan manfaat ekonomi bagi kawasan tersebut.
"Kehadiran kekuatan asing, khususnya Amerika Serikat, telah menjadi sumber ketidakstabilan di kawasan Teluk," kata Mojtaba Khamenei dalam pernyataan tertulis yang dirilis oleh kantornya untuk memperingati Hari Nasional Teluk Persia, Kamis (30/4/2026).
Mojtaba Khamenei mengatakan kawasan Teluk merupakan bagian penting dari identitas regional dan konektivitas ekonomi global, khususnya melalui Selat Hormuz dan Laut Oman.
Ia menambahkan bahwa fase baru sedang muncul untuk Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Pemimpin Iran itu yakin negaranya akan menjamin keamanan di Teluk melalui apa yang ia sebut sebagai "pengelolaan baru Selat Hormuz", termasuk kerangka hukum yang diperbarui.
“Kerangka kerja ini akan membawa stabilitas, kemajuan, dan manfaat ekonomi bagi semua negara di kawasan ini,” tambahnya.
Ia mengatakan negara-negara di kawasan itu memiliki takdir yang sama di Teluk dan bahwa "aktor eksternal dari jarak ribuan kilometer” tidak memiliki tempat dalam masa depannya.
"Kita dan tetangga kita di seberang perairan Teluk Persia dan Teluk Oman memiliki takdir yang sama. Orang asing yang datang dari ribuan kilometer jauhnya untuk bertindak dengan keserakahan dan kebencian di sana tidak memiliki tempat di sana, kecuali di dasar laut," tambah Khamenei.
Baca juga: Komandan AS Minta Trump Siapkan Dark Eagle, Senjata Hipersonik Mematikan untuk Serang Iran
Pesan tersebut juga merujuk pada apa yang digambarkan sebagai "tatanan regional baru" yang muncul dari perkembangan terkini.
Ia mengklaim Amerika Serikat telah dikalahkan dalam perangnya melawan Iran, seperti diberitakan Anadolu Agency.
Menyebut AS dan Israel sebagai pengganggu di kawasan Teluk, ia mengatakan Amerika menghadapi "kekalahan memalukan" dalam rencananya.
Amerika Serikat memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran mulai tanggal 13 April, beberapa hari setelah perundingan dengan Iran tidak menghasilkan hasil yang diharapkan AS.
Sementara angkatan bersenjata Iran terus menutup Selat Hormuz, dan baru-baru ini mengancam akan "membalas" jika blokade Amerika terus berlanjut.
Baca tanpa iklan