Ringkasan Berita:
- UEA kembali menghadapi serangan rudal dan drone dari Iran untuk hari kedua berturut-turut.
- Serangan sebelumnya memicu kebakaran besar di Fujairah dan melukai tiga warga India.
- UEA menyatakan sistem pertahanannya masih aktif menghadapi ancaman lanjutan dari Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Untuk hari kedua berturut-turut, United Arab Emirates menyatakan sistem pertahanan udaranya sedang aktif menembak jatuh rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran.
Mengutip Al Jazeera, UEA mengatakan pihaknya kembali merespons serangan rudal dan drone dari Iran, menandai hari kedua berturut-turut terjadinya serangan.
Berikut rincian serangan terbaru yang menargetkan negara Teluk tersebut:
Pada 4 Mei:
UEA mengatakan berhasil mencegat 15 rudal dan empat drone yang ditembakkan dari Iran. Ini menjadi pertama kalinya UEA menjadi target sejak gencatan senjata AS-Iran pada 8 April.
Baca juga: Iran Bantah Serang UEA, Sindir “Project Freedom” Amerika Sebagai Operasi Buntu
Salah satu serangan drone memicu kebakaran besar di Fujairah Petroleum Industries Zone dan melukai tiga warga negara India.
Iran juga menyerang kapal tanker minyak mentah kosong milik perusahaan minyak negara Abu Dhabi saat kapal tersebut berupaya melintasi Strait of Hormuz, menurut pejabat Emirat.
Pemerintah Iran tidak mengeluarkan komentar resmi terkait serangan tersebut, tetapi media penyiaran pemerintah menayangkan pernyataan yang menyalahkan “petualangan militer AS.”
UEA menyatakan pihaknya berhak merespons serangan yang disebut “pengkhianatan” tersebut.
Pada 5 Mei:
Sekitar pukul 18.15 waktu setempat (21.00 WIB), Kementerian Pertahanan UEA mengatakan sistem pertahanannya sedang “secara aktif menghadapi” ancaman rudal dan drone dari Iran.
(Tribunnews.com)
Baca tanpa iklan