TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.533 pada Rabu (6/5/2026).
Ukraina mengumumkan mereka siap untuk memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, yang dijadwalkan mulai berlaku pada Selasa tengah malam waktu setempat.
"Jika gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden (Volodymyr Zelensky) dibalas, kami akan terus mematuhinya. Ini setidaknya akan memberi kita secercah harapan untuk mencapai perdamaian abadi," kata Kepala Staf Kepresidenan Kirill Budanov, Selasa (5/5/2026) malam waktu setempat.
"Langkah selanjutnya ada di pihak Rusia. Kami memantau dengan cermat setiap langkah musuh dan siap menghadapi kemungkinan perkembangan apa pun," lanjutnya.
Zelensky telah mengumumkan pada hari Senin gencatan senjata yang akan dimulai pada tengah malam Selasa-Rabu waktu setempat.
Pernyataan Zelensky tersebut menyusul pengumuman Rusia tentang gencatan senjata pada hari Jumat dan Sabtu untuk menandai peringatan ke-81 kemenangan atas Nazi Jerman pada tahun 1945.
“Sudah saatnya para pemimpin Rusia mengambil langkah nyata untuk mengakhiri perang mereka, terutama karena Kementerian Pertahanan Rusia yakin mereka tidak dapat mengadakan parade di Moskow tanpa dukungan Ukraina,” kata Zelenskyy, Senin (4/5/2026).
Kremlin belum menanggapi pengumuman gencatan senjata Zelensky, sementara Zelensky mendesak Rusia untuk bergerak menuju penyelesaian diplomatik atas perang yang telah berlangsung sejak Februari 2022, seperti diberitakan Suspilne.
Sebelumnya, Rusia mengumumkan gencatan senjata pada tanggal 8-9 Mei bertepatan dengan peringatan kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia Kedua dan parade militer di Lapangan Merah Moskow.
Sebagai tanggapan, Ukraina mengumumkan proposal gencatan senjata tanpa batas waktu yang dimulai pada tengah malam hari Rabu, dan mendesak Rusia untuk membalasnya.
Baca juga: Serangan Rusia ke Ukraina Tewaskan 22 Orang Jelang Gencatan Senjata, Ini Kata Zelensky
27 Orang Tewas dalam Serangan Rusia di Ukraina Timur
Jumlah korban tewas akibat serangan Rusia di seluruh Ukraina timur meningkat menjadi setidaknya 27 orang pada hari Selasa, dalam salah satu serangan terburuk sejauh tahun ini.
Serangan mematikan itu terjadi hanya beberapa jam sebelum batas waktu proposal dari Kyiv untuk gencatan senjata tanpa batas waktu yang akan dimulai tengah malam.
“Hanya beberapa jam sebelum proposal gencatan senjata Ukraina berlaku, Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda bersiap untuk mengakhiri permusuhan. Sebaliknya, Moskow meningkatkan teror," tulis Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha, di X, Selasa (5/5/2026).
Di kota Zaporizhzhia di tenggara, serangan bom udara dan drone menewaskan sedikitnya 12 orang, menurut laporan gubernur regional Ivan Fedorov di Telegram.
Tiga bom udara yang dijatuhkan di kota garis depan Kramatorsk menewaskan enam orang, menurut laporan jaksa di wilayah Donetsk timur di Telegram.
Baca tanpa iklan