Mantan anggota Kongres AS Marjorie Taylor Greene bahkan menyebut perilisan berkas UFO sebagai “propaganda untuk mengalihkan perhatian publik”.
Kritik serupa juga muncul karena pengungkapan ini terjadi di tengah sorotan terhadap isu perang Iran dan berkas kasus Jeffrey Epstein.
Meski demikian, Pentagon menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan keberadaan kehidupan alien atau teknologi luar angkasa.
Laporan resmi Pentagon pada 2024 juga menyimpulkan bahwa sebagian besar penampakan UFO kemungkinan memiliki penjelasan rasional, seperti distorsi kamera inframerah, jejak panas pesawat, atau fenomena alam biasa.
“Ada beberapa video dan foto menarik, tetapi tidak ada bukti meyakinkan yang bisa langsung disebut sebagai alien,” ujar peneliti UAP asal Kanada, Chris Rutkowski.
Senada dengan itu, mantan kepala AARO Sean Kirkpatrick memperingatkan bahwa dokumen mentah tanpa analisis mendalam justru berpotensi memicu teori konspirasi baru.
Ia mengatakan banyak rekaman viral sebenarnya dapat dijelaskan secara ilmiah dan tidak berkaitan dengan makhluk luar angkasa.
Meski belum menemukan bukti keberadaan alien, para pengamat menilai pengungkapan dokumen ini tetap penting karena menunjukkan bahwa pemerintah AS selama puluhan tahun memang secara aktif mengumpulkan dan menyelidiki laporan terkait fenomena udara misterius.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan