News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Meski Tak Tampil di Publik, Intelijen AS Yakin Mojtaba Khamenei Terlibat dalam Strategi Perang Iran

Penulis: Nuryanti
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dilansir Al Arabiya, komando militer gabungan tertinggi Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran dan kapal lainnya, serta melakukan serangan udara terhadap daerah sipil di Pulau Qeshm di selat dan daerah pesisir terdekat.

Militer mengatakan mereka menanggapi dengan menyerang kapal-kapal militer AS di sebelah timur selat dan selatan pelabuhan Chabahar.

Seorang juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengatakan serangan Iran menimbulkan "kerusakan signifikan," tetapi Komando Pusat AS mengatakan tidak ada aset mereka yang terkena serangan.

PIDATO TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memberikan pidato perdananya soal perang di Iran pada Rabu (1/4/2026) malam waktu setempat. (YouTube Associated Press)

Press TV Iran kemudian melaporkan bahwa, setelah beberapa jam terjadi baku tembak, “situasi di pulau-pulau dan kota-kota pesisir Iran di Selat Hormuz kini kembali normal.”

Kedua pihak sesekali saling baku tembak sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 7 April, dengan Iran menyerang target di negara-negara Teluk termasuk Uni Emirat Arab.

Di sisi lain, sejak perang dimulai, Iran sering menargetkan UEA dan negara-negara Teluk lainnya, yang menjadi lokasi pangkalan AS.

Trump mengisyaratkan bahwa pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Teheran tetap sesuai rencana meskipun terjadi permusuhan pada hari Kamis, dengan mengatakan kepada wartawan, "Kami sedang bernegosiasi dengan Iran."

Baca juga: Aktivitas Misterius di Dekat Fasilitas Nuklir Natanz Iran: Pintu Terowongan Rahasia Tertutup Tanah

Sebelum serangan terbaru, AS telah mengemukakan proposal yang secara resmi akan mengakhiri konflik tersebut, tetapi tidak membahas tuntutan utama AS agar Iran menangguhkan program nuklirnya dan membuka kembali selat tersebut.

Teheran mengatakan belum mengambil keputusan mengenai rencana yang sedang disusun itu.

Meskipun demikian, Trump mengatakan Teheran telah mengakui tuntutannya bahwa Iran tidak akan pernah bisa mendapatkan senjata nuklir, sebuah larangan yang menurutnya telah dijelaskan secara rinci dalam proposal AS.

“Tidak ada peluang sama sekali. Dan mereka tahu itu, dan mereka telah menyetujuinya. Mari kita lihat apakah mereka bersedia menandatanganinya,” kata Trump.

Ketika ditanya kapan kesepakatan mungkin tercapai, Trump berkata, “Mungkin tidak akan terjadi, tetapi bisa terjadi kapan saja. Saya percaya mereka lebih menginginkan kesepakatan daripada saya.”

Perang tersebut telah menguji hubungan Trump dengan basis pendukungnya di AS, setelah ia berkampanye menentang keterlibatan Amerika Serikat dalam perang asing dan berjanji untuk menurunkan harga bahan bakar.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Berita lain terkait Iran Vs Amerika Memanas

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini