News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Tercekik, Warga Diimbau Hemat BBM dan Listrik Gegara Blokade AS

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Iran mulai meminta masyarakat menghemat listrik, air, dan bahan bakar minyak di tengah tekanan ekonomi yang semakin mencekik akibat sanksi internasional dan blokade yang dilakukan AS.

Seruan itu disampaikan langsung oleh Anggota Komite Perencanaan dan Anggaran parlemen Iran, Majid Doustali.

Dalam keterangan resminya ia meminta masyarakat ikut berpartisipasi mengurangi konsumsi energi nasional.

Menurutnya, penghematan listrik, air, dan bahan bakar kini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi bagian dari upaya nasional menghadapi apa yang disebut Iran sebagai “perang ekonomi” dari musuh-musuh negara tersebut.

Doustali mengatakan pihak luar berusaha memanfaatkan persoalan kekurangan energi untuk menekan rakyat Iran dan menciptakan ketidakpuasan di dalam negeri.

“Setiap penghematan yang dilakukan masyarakat merupakan bentuk perlawanan langsung terhadap konspirasi ekonomi musuh,” kata Doustali.

Pernyataan tersebut memperlihatkan meningkatnya kekhawatiran pemerintah Iran terhadap kondisi energi nasional di tengah tekanan sanksi dan konflik geopolitik.

Pemerintah Iran Minta Warga Kurangi Konsumsi BBM

Mengutip dari Iranintl, seruan serupa juga turut dilontarkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang juga meminta masyarakat membantu mengurangi tekanan pada jaringan energi nasional melalui pengelolaan konsumsi sehari-hari.

Sementara itu, Wakil Presiden Iran Saghab Esfahani mengimbau warga mengurangi konsumsi bahan bakar minyak sekitar satu hingga satu setengah liter per hari.

Menurut pemerintah Iran, langkah penghematan diperlukan agar distribusi energi tetap stabil di tengah situasi ekonomi dan politik yang sulit.

Baca juga: Esmail Baghaei: Iran Ingin Upayakan Perdamaian, Termasuk di Lebanon

Terlebih saat ini Iran tengah menghadapi krisis ekonomi Iran buntut ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat sejak akhir Februari lalu.

Setelah konflik pecah pada akhir Februari 2026, Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel. Namun langkah tersebut justru memicu blokade balasan dari Washington terhadap kapal-kapal yang terkait Iran.

Akibat blokade dan konflik di Selat Hormuz, ekspor minyak Iran terganggu dan pemasukan negara ikut menurun drastis. Padahal sektor energi merupakan sumber utama pendapatan pemerintah Iran.

Pengamat menyebut tekanan terhadap jalur perdagangan ini bisa melumpuhkan ekonomi Iran dalam waktu singkat karena perdagangan dan distribusi energi menjadi terhambat.

Di saat bersamaan, Iran juga masih dibebani sanksi ekonomi internasional yang membatasi akses perdagangan, transaksi keuangan, dan impor berbagai kebutuhan penting.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini