News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Netanyahu Usul Rencana Gila! Buka Opsi Invasi Darat ke Iran Demi Rebut Uranium

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengusulkan rencana ekstrem dalam konflik dengan Iran, membuka opsi invasi darat untuk mengamankan material uranium yang diperkaya.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran belum selesai. Ia menilai ancaman utama yang masih tersisa adalah stok uranium yang telah diperkaya, yang menurut Israel berpotensi digunakan untuk pengembangan senjata nuklir jika tidak dikendalikan.

Netanyahu bahkan menyebut opsi “masuk dan mengambil alih” sebagai salah satu skenario yang mungkin dilakukan untuk memastikan material nuklir tersebut tidak lagi berada di tangan Iran. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang sudah berlangsung sejak awal 2026.

Dorongan tersebut juga berkaitan dengan klaim Israel bahwa Iran masih memiliki kemampuan pengayaan uranium yang signifikan meski telah terjadi serangan militer sebelumnya. 
Kondisi ini dianggap sebagai ancaman strategis yang dapat mengubah keseimbangan keamanan di Timur Tengah.

Netanyahu Dapat Dukungan Donald Trump

Di sisi lain, dukungan politik dan militer dari Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump disebut memperkuat posisi Israel dalam mempertimbangkan opsi militer lanjutan.

Dalam laporan yang beredar, Trump menyatakan bahwa pendekatan militer terhadap Iran telah memberikan dampak signifikan. 

Ia menilai sebagian besar target strategis militer Iran telah mengalami kerusakan akibat rangkaian serangan yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir oleh Amerika Serikat dan Israel.

Meski demikian, Trump juga menegaskan bahwa operasi militer belum sepenuhnya selesai. Ia membuka kemungkinan adanya langkah lanjutan apabila Iran dinilai masih memiliki kemampuan yang dianggap mengancam stabilitas kawasan, khususnya terkait program nuklir dan pengayaan uranium.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi penguat posisi Israel dalam mempertimbangkan opsi militer yang lebih jauh, termasuk kemungkinan operasi darat yang sebelumnya disampaikan Netanyahu. 

Dukungan politik dari Washington dinilai menjadi faktor penting dalam setiap eskalasi tindakan terhadap Iran.

Baca juga: Iran Ancam Akan Lakukan Pengayaan Uranium hingga 90 Persen jika Diserang AS-Israel Lagi

Situasi ini memperlihatkan bahwa koordinasi strategis antara Israel dan Amerika Serikat masih berjalan dalam menghadapi isu nuklir Iran. 

Namun disisi lain, langkah tersebut juga memicu kekhawatiran akan meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Pengamat menilai, jika operasi lanjutan benar-benar dilakukan, maka risiko konfrontasi langsung dengan Iran akan semakin besar.

Hal ini berpotensi memperluas konflik yang sebelumnya terbatas pada serangan terbatas menjadi ketegangan militer berskala lebih luas di kawasan.

Iran Ancam Perkaya Uranium 90 Persen

Terlebih baru-baru ini Pemerintah Iran mengancam akan meningkatkan pengayaan uranium hingga 90 persen apabila Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan baru terhadap wilayahnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini