TRIBUNNEWS.COM - Arab Saudi dilaporkan melancarkan serangkaian serangan udara “terselubung” terhadap Iran pada akhir Maret sebelum mengancam negara tersebut, dengan agresi lebih lanjut.
Reuters memuat laporan itu pada Selasa (12/5/2026), mengutip seorang pejabat Barat yang menyebut serangan itu, sebagai serangan balasan.
Reuters tidak dapat memastikan target spesifik dari serangan tersebut.
Sementara itu, Reuters juga mengutip seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang kembali menegaskan sikap resmi Riyadh untuk mendorong deeskalasi, pengendalian diri, dan pengurangan ketegangan demi menjaga stabilitas, keamanan, dan kemakmuran kawasan.
Para pejabat Barat yang dikutip dalam laporan tersebut mengatakan Arab Saudi juga disebut mengizinkan wilayahnya digunakan secara luas oleh Amerika Serikat untuk menargetkan Iran selama serangan perang Amerika-Israel terhadap Republik Islam tersebut.
Angkatan Bersenjata Iran merespons dengan melancarkan sedikitnya 100 gelombang serangan balasan terhadap target-target Amerika di kawasan, termasuk di Arab Saudi dan sejumlah negara Arab lain di sepanjang Teluk Persia.
Iran sebelumnya telah memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak terlibat dalam agresi tersebut.
Baca juga: WSJ Ungkap UEA Diam-Diam Luncurkan Serangan Rahasia ke Wilayah Iran
Iran menegaskan, keberadaan pangkalan militer asing justru membuat kawasan semakin tidak aman.
Sebelumnya, pada Senin (11/5/2026), The Wall Street Journal juga melaporkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) melakukan serangkaian serangan rahasia terhadap Iran selama agresi Amerika-Israel berlangsung.
Mengutip sumber anonim yang mengetahui masalah tersebut, surat kabar itu menyebut salah satu serangan menargetkan kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, pada awal April.
Salah satu sumber yang dikutip The Wall Street Journal mengatakan Amerika Serikat diam-diam menyambut kontribusi UEA dalam agresi tersebut.
Laporan itu muncul di tengah tuduhan berulang dari pejabat UEA terhadap Iran yang disebut sengaja menargetkan negara mereka tanpa alasan.
Iran dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menekankan bahwa serangan balasannya hanya ditujukan pada target musuh di wilayah Emirat.
Serangan Rahasia UEA Berisiko Seret Negara Teluk ke Dalam Perang
Risiko sejumlah negara Teluk terseret ke dalam perang langsung dengan Iran meningkat setelah muncul laporan bahwa UEA diam-diam melancarkan serangan besar terhadap Iran selama konflik berlangsung.
Selain itu, seperti dilansir Guardian, Kuwait mengatakan sedikitnya empat anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran ditangkap karena diduga mencoba melakukan serangan di Pulau Bubiyan, pulau terbesar di wilayah pesisir Kuwait.
Baca tanpa iklan