News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

WSJ Ungkap UEA Diam-Diam Luncurkan Serangan Rahasia ke Wilayah Iran

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Wall Street Journal (WSJ) mengungkap dugaan keterlibatan langsung Uni Emirat Arab (UEA) dalam serangan militer terhadap Iran secara diam-diam.

Laporan tersebut menyebut UEA menjadi satu-satunya negara Teluk yang ikut melakukan operasi militer bersama Amerika Serikat (AS) dan Israel selama konflik terbaru melawan Iran.

The Guardian melaporkan, keterlibatan UEA berpotensi menyeret negara-negara Teluk ke perang regional yang lebih luas apabila gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran runtuh.

Serangan Rahasia ke Wilayah Iran

Menurut laporan WSJ, salah satu serangan diduga menyasar kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, yang berada di Teluk Persia.

Iran sebelumnya mengakui fasilitas tersebut diserang oleh “musuh yang tidak disebutkan namanya” sebelum akhirnya meluncurkan serangan balasan ke wilayah Teluk.

The Times of Israel melaporkan serangan UEA terjadi pada awal April 2026, mendekati waktu Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara.

Baca juga: UEA Habis Kesabaran, Serang Balik Iran: Bom Kilang Minyak Teheran di Pulau Lavan

Salah satu sumber yang dikutip WSJ menyebut Washington mendukung keterlibatan Abu Dhabi dalam operasi tersebut setelah negara-negara Teluk lain menolak ikut terlibat langsung.

Namun hingga kini, Kementerian Luar Negeri UEA menolak memberikan komentar rinci terkait laporan tersebut.

UEA hanya merujuk pada pernyataan sebelumnya bahwa mereka “berhak membela diri” atas serangan Iran terhadap wilayahnya.

Iran Ancam Balasan Lebih Besar

Sebagai respons atas dugaan serangan itu, Iran dilaporkan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah UEA dan Kuwait.

The Guardian melaporkan UEA sebelumnya memang telah menjadi target serangan Iran karena dianggap memiliki hubungan diplomatik yang sangat dekat dengan Israel.

Kementerian Pertahanan UEA mengklaim Iran menembakkan sekitar 550 rudal balistik dan rudal jelajah serta lebih dari 2.200 drone selama konflik berlangsung.

Meski sebagian besar berhasil dicegat, sejumlah proyektil disebut menghantam target sipil dan fasilitas militer.

Iran juga kembali mengancam negara-negara Teluk yang dianggap membantu operasi militer AS dan Israel.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini