News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Jelang Bertemu Xi Jinping, Trump Sesumbar: Tak Butuh Bantuan China di Perang Iran

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Jelang pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dengan Presiden China, Xi Jinping diwarnai pernyataan nyeleneh.

Diketahui, saat ini Trump telah tiba di Beijing pada Rabu (13/5/2026) malam untuk menghadiri pertemuan puncak KTT.

Menjelang pertemuan keduanya, Trump sesumbar bahwa AS tidak membutuhkan China dalam menangani perang di Iran.

Dalam pernyataannya kepada awak media sebelum bertolak ke Beijing, Trump menyatakan keyakinannya bahwa AS mampu menangani situasi di Timur Tengah secara mandiri.

"Saya rasa kita tidak membutuhkan bantuan apa pun terkait Iran."

"Kita akan memenangkan ini dengan satu atau lain cara, baik secara damai maupun cara lainnya," ujar Trump, mengutip Reuters.

Trump menegaskan bahwa perang Iran tidak masuk ke dalam agenda pembahasannya dengan Xi.

Presiden AS itu sekali lagi yakin bahwa dirinya mampu mengatasi masalah Iran tanpa bantuan dari China.

"Kami memiliki banyak hal untuk didiskusikan, namun jujur saja, saya tidak akan memasukkan Iran ke dalam daftar utama karena kami telah mengendalikan Iran dengan sangat baik," tegasnya.

Pernyataan Trump ini muncul di tengah meredupnya harapan akan kesepakatan damai yang permanen.

Meskipun gencatan senjata sementara telah berlangsung selama lebih dari satu bulan, belum ada kemajuan berarti dalam negosiasi formal.

Baca juga: 3 Poin Panas Jelang Pertemuan Trump dengan Xi Jinping di China, Iran Jadi Fokus Utama

Sementara itu, Teheran dilaporkan semakin memperketat kendalinya atas Selat Hormuz—jalur pelayaran vital yang memasok seperlima kebutuhan minyak dunia.

Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan negara-negara tetangga seperti Irak dan Pakistan untuk tetap mengalirkan ekspor minyak dan gas alam meskipun di bawah tekanan blokade AS dan sekutunya.

Taiwan jadi Isu Utama?

Peta kekuatan diplomasi antara AS dengan China tampak mengalami pergeseran signifikan.

Berbeda dengan periode pertamanya yang penuh konfrontasi tak terduga, kali ini Beijing diyakini memiliki posisi tawar yang jauh lebih kokoh dalam membahas isu sensitif, yaitu Taiwan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini