Sebelum KTT berlangsung, Wakil Perdana Menteri China bidang ekonomi He Lifeng dijadwalkan bertemu Menteri Keuangan AS Scott Bessent guna membahas isu ekonomi lebih lanjut.
Baca juga: Jelang Bertemu Xi Jinping, Trump Sesumbar: Tak Butuh Bantuan China di Perang Iran
Risiko Ketegangan Tetap Membayangi
Meski kedua negara mencoba menjaga stabilitas hubungan, sejumlah faktor dinilai dapat menggagalkan upaya détente atau meredanya ketegangan.
Perbedaan sikap terkait perang Iran menjadi salah satu titik sensitif. China sebelumnya mengkritik tindakan yang dianggap melanggar hukum internasional dan menyebutnya sebagai “kembalinya hukum rimba.”
Menteri Luar Negeri China Wang Yi bahkan telah bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Beijing pekan lalu.
Dalam pertemuan itu, China mendukung hak Iran untuk menggunakan energi nuklir secara damai, meski juga menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Di tengah ketegangan tersebut, baik China maupun AS kini terus memperkuat “senjata ekonomi” masing-masing, termasuk melalui sanksi, pembatasan perdagangan, dan regulasi terhadap perusahaan asing.
(Anadolu/CNBC/Tribunnews)
Baca tanpa iklan