News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sugiono Diapit Menlu Iran dan Dubes China dalam Forum BRICS India

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BRICS INDIA 2026 – Menteri Luar Negeri RI Sugiono (kedua kiri) saat sesi foto bersama dan forum BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Kamis (14/5/2026). Dalam beberapa momen forum, Sugiono terlihat diapit Duta Besar China untuk India Xu Feihong dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Ringkasan Berita:

  • Sugiono beberapa kali terlihat berdekatan dengan delegasi Iran dan China di forum BRICS
  • Indonesia soroti konflik global hingga keselamatan pasukan perdamaian PBB dalam pidato resmi
  • Forum BRICS India berlangsung di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan konflik global

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI – Menteri Luar Negeri RI Sugiono beberapa kali terlihat diapit delegasi Iran dan China dalam rangkaian Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Kamis (14/5/2026).

Momen itu terlihat saat sesi family photo atau foto bersama delegasi negara anggota BRICS hingga forum pidato dan diskusi di ruang utama bermeja bundar.

Setibanya di forum BRICS 2026, Sugiono terlebih dahulu menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar selaku tuan rumah.

Usai pertemuan bilateral tersebut, Sugiono mengikuti BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) bertema Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability.

Dalam sesi foto bersama delegasi inti BRICS berlatar tulisan “BRICS INDIA 2026”, Sugiono tampak berjalan berdekatan dengan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Khalifa Shaheen Al Marar.

Saat sesi foto dimulai, Sugiono mengambil posisi kedua dari kiri. Ia diapit Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di sisi kanan dan Duta Besar China untuk India Xu Feihong di sisi kiri.

Formasi serupa kembali terlihat saat sesi pidato dan diskusi di balai utama. Sugiono kembali duduk berdekatan dengan Abbas Araghchi.

Soroti Konflik Global dan Reformasi Sistem Dunia

Dalam pidatonya pada sesi pertama forum, Sugiono menyebut pertemuan tingkat menteri luar negeri BRICS berlangsung pada momen krusial bagi dunia.

"Izinkan saya menyampaikan apresiasi tulus dari Indonesia kepada India karena telah menyelenggarakan pertemuan penting ini di momen yang sangat krusial bagi dunia," kata Sugiono.

Baca juga: Xi Jinping Sentil Trump soal Taiwan: Salah Langkah Bisa Picu Konflik China-AS

Ia menyinggung meningkatnya konflik global, rivalitas geopolitik, hingga tantangan internasional yang menurutnya membutuhkan reformasi tata kelola dunia.

Sugiono juga menyoroti tindakan sepihak dan penerapan hukum internasional yang dinilai tidak setara.

"Tindakan sepihak dan penerapan hukum internasional yang pilih kasih telah semakin memperdalam ketidakpercayaan dan memperlebar ketidakseimbangan dalam tata kelola global," ujarnya.

Menurut Sugiono, prinsip dasar BRICS seperti kesetaraan, kedaulatan, dukungan timbal balik, dan inklusivitas perlu terus dijaga oleh negara-negara anggota.

Indonesia Angkat Isu Gugurnya Prajurit UNIFIL

Dalam forum tersebut, Sugiono turut menyinggung insiden yang menewaskan empat prajurit UNIFIL Kontingen Garuda di Lebanon akibat serangan tank Israel.

Indonesia kembali meminta adanya pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"Di Lebanon, empat penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah UNIFIL telah gugur dalam tugas, sementara beberapa lainnya terluka. Kami menghormati pengorbanan mereka, berdiri bersama keluarga mereka, dan menuntut pertanggungjawaban penuh," kata Sugiono.

Ia menegaskan keselamatan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak dapat ditawar.

"Keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah hal yang tidak bisa ditawar," ujarnya.

Baca juga: Forum Menlu BRICS di India Jadi Panggung RI Pertegas Keaktifan sebagai Anggota Baru

Forum BRICS India turut dihadiri delegasi dari Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Iran, Uni Emirat Arab, serta sejumlah negara mitra BRICS lainnya.

BRICS merupakan kelompok negara berkembang yang dibentuk untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan politik negara-negara Global South.

Pertemuan tingkat menteri luar negeri ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang dijadwalkan berlangsung pada 12–13 September 2026 dan akan dihadiri para pemimpin negara anggota maupun negara mitra BRICS.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini