News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

5 Populer Internasional: Kontroversi Kunjungan Netanyahu ke UEA - Sosok Pebisnis China Zhou Qunfei

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Dwi Setiawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menurut Mehr, perang yang berlangsung selama 40 hari melawan AS dan Israel telah menjadi sumber pengalaman teknologi baru bagi Iran, khususnya dalam pengembangan sistem rudal dan perang elektronik.

“Setiap rudal Tomahawk yang mendarat dan tidak meledak menjadi buku teks tingkat lanjut bagi para insinyur Iran,” tulis Mehr, dikutip dari Middle East Eye.

Iran juga mengklaim kemampuan perang elektronik mereka berperan penting dalam mengganggu sistem peledak beberapa rudal tersebut, sehingga gagal meledak secara sempurna saat mencapai target.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Rahasia Bocor! China Disebut Raup Untung Besar Dari Perang Iran vs AS

Laporan intelijen rahasia Amerika Serikat mengungkap kekhawatiran baru terkait dampak perang Iran terhadap keseimbangan kekuatan global.

Dalam laporan tersebut, China disebut berhasil memanfaatkan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran untuk memperkuat posisi strategisnya di berbagai bidang.

Laporan intelijen yang disusun oleh direktorat intelijen Staf Gabungan militer Amerika Serikat menggunakan kerangka analisis “DIME” mengungkap sejak perang antara AS dan Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari, China aktif mengambil berbagai keuntungan strategis dari konflik tersebut.

Menurut para pejabat AS yang mengetahui isi dokumen rahasia itu, juga mengatakan Beijing tidak hanya memantau perkembangan konflik di Timur Tengah, tetapi juga memanfaatkan situasi tersebut untuk memperluas pengaruh globalnya di tengah meningkatnya tekanan terhadap Amerika Serikat.

Beijing dinilai aktif membangun citra sebagai negara yang mendukung perdamaian dan stabilitas dunia.

Tak hanya itu, Pemerintah China secara terbuka mengkritik perang Iran dan menyebut konflik tersebut sebagai tindakan ilegal. 

Sikap tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi diplomatik Beijing untuk melemahkan citra Amerika Serikat sebagai penjaga tatanan internasional berbasis aturan.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini