TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan baru muncul di Timur Tengah setelah muncul laporan bahwa Israel diduga diam-diam mengoperasikan dua pangkalan militer rahasia di gurun barat Irak.
Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh media Amerika Serikat, The New York Times, yang menyebut Israel telah membangun dan mengoperasikan dua pangkalan militer rahasia selama lebih dari satu tahun untuk mendukung operasi menghadapi Iran.
Keberadaan fasilitas militer itu langsung memicu kemarahan sejumlah pejabat Irak karena dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.
Mengutip dari media lokal Aawsar, penemuan pangkalan militer ini mencuat setelah seorang penggembala asal Irak bernama Awad al-Shammari mengungkap bahwa dirinya menemukan aktivitas mencurigakan di kawasan gurun dekat kota al-Nukhaib pada 3 Maret lalu.
Menurut keluarganya, Awad awalnya berangkat untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Namun dalam perjalanan, ia diduga tanpa sengaja menemukan area rahasia yang berisi tentara, helikopter, tenda militer, dan landasan pendaratan tersembunyi.
Sebelum akhirnya ditemukan tewas, Awad sempat menghubungi komando militer regional Irak untuk melaporkan aktivitas yang ia lihat di kawasan tersebut. Keluarga korban menduga penemuan rahasia militer itu menjadi penyebab kematiannya.
Diduga Digunakan untuk Operasi Lawan Iran
Tak lama setelah kejadian itu sejumlah pejabat keamanan Irak dan sumber regional mengatakan bahwa pangkalan rahasia yang diduga dioperasikan Israel di gurun barat Irak kemungkinan digunakan untuk mendukung operasi militer terhadap Iran dan jaringan sekutunya di Timur Tengah.
Menurut laporan yang beredar, fasilitas tersebut tidak dibangun secara mendadak setelah konflik pecah, melainkan sudah beroperasi jauh sebelum perang besar antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terjadi.
Hal itu menunjukkan bahwa keberadaan pangkalan diduga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Israel untuk memperluas kemampuan pengawasan dan operasi militernya di kawasan.
Pangkalan tersebut disebut memiliki fungsi penting dalam mendukung aktivitas intelijen, pemantauan pergerakan militer, hingga kemungkinan operasi udara di wilayah sekitar Iran dan jalur perbatasan regional.
Baca juga: AS Tak Mau Kompromi! Iran Dipaksa Penuhi 5 Tuntutan Baru, Uranium hingga Selat Hormuz Jadi Taruhan
Sumber keamanan regional juga menyebut fasilitas itu sempat digunakan selama perang 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni 2025 lalu.
Pada periode tersebut, kawasan Timur Tengah mengalami peningkatan aktivitas militer, termasuk serangan rudal dan operasi udara lintas wilayah.
Keberadaan pangkalan di wilayah Irak dinilai memberikan keuntungan strategis bagi Israel karena lokasinya relatif dekat dengan Iran dan berada di kawasan gurun yang sulit dipantau publik.
Informasi lain yang turut memicu kontroversi adalah dugaan bahwa Amerika Serikat sebenarnya telah mengetahui keberadaan setidaknya salah satu pangkalan tersebut sejak pertengahan 2025 atau bahkan lebih awal.
Jika informasi itu benar, maka muncul dugaan bahwa Washington mengetahui adanya operasi militer Israel di wilayah Irak namun tidak menyampaikannya kepada pemerintah Baghdad.
Baca tanpa iklan