Ringkasan Berita:
- Warga Vilnius sempat diminta berlindung setelah Lithuania mengeluarkan peringatan drone melalui ponsel.
- Bandara dan transportasi dihentikan sementara setelah radar mendeteksi objek mirip drone dari arah Belarus.
- NATO dan Uni Eropa menyalahkan Rusia atas meningkatnya ancaman keamanan di kawasan Baltik.
TRIBUNNEWS.COM - Warga ibu kota Lithuania, Vilnius, pada Rabu (20/5/2026) sempat berlindung ke tempat perlindungan bawah tanah setelah transportasi dihentikan akibat kementerian pertahanan mengirimkan peringatan drone ke ponsel warga.
Mengutip AFP, peringatan semacam ini semakin sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir di negara-negara Baltik, seiring Ukraina meningkatkan serangan terhadap target-target Rusia di wilayah Saint Petersburg yang dekat dengan Estonia dan Finlandia.
Namun, alarm pada Rabu menjadi yang pertama di negara anggota Uni Eropa dan NATO sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina dimulai pada 2022 yang memicu perintah bagi penduduk—termasuk presiden, perdana menteri, dan anggota parlemen—untuk berlindung.
Para pemimpin politik sebelumnya pernah diarahkan ke bunker setelah peringatan drone tahun lalu, tetapi bukan masyarakat umum.
Sekutu Lithuania langsung menunjukkan dukungan pada Rabu. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Rusia dan Belarus memikul “tanggung jawab langsung” atas setiap insiden drone di perbatasan timur Uni Eropa.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menambahkan bahwa sekalipun drone yang jatuh di negara-negara Baltik diluncurkan oleh Ukraina, hal itu bukan kesalahan Ukraina.
“Drone-drone itu ada karena serangan Rusia yang sembrono, ilegal, dan berskala penuh,” katanya.
Baca juga: Lithuania Penjarakan Warga Ukraina yang Diduga Agen Rusia atas Pengeboman di Kota Markas Udara NATO
Peringatan dikirim sekitar pukul 10:20 waktu setempat melalui telepon seluler dengan pesan: “Peringatan serangan udara! Segera pergi ke tempat perlindungan atau tempat aman, lindungi anggota keluarga Anda dan tunggu instruksi lebih lanjut.”
Segera setelah itu, warga di kantor maupun apartemen turun ke ruang bawah tanah atau tempat perlindungan yang telah ditentukan, menurut koresponden AFP.
“Saya langsung berpakaian dan turun ke ruang bawah tanah,” kata fotografer Andrej Vasilenko kepada AFP. Saat alarm berbunyi, ia sedang berada di apartemennya.
“Anak saya berada di sekolah dan sudah masuk ke tempat perlindungan, jadi saya merasa lebih tenang. Rasanya aneh, tetapi pada saat yang sama banyak orang di Ukraina telah hidup dengan kondisi seperti ini selama empat tahun.”
Presiden dan PM Juga Berlindung
Presiden Lithuania Gitanas Nauseda, Perdana Menteri Inga Ruginiene, serta anggota parlemen dibawa ke tempat perlindungan, menurut kantor berita BNS.
Penerbangan di Vilnius International Airport sempat dihentikan, sementara perjalanan kereta juga ditunda.
Militer mengatakan sinyal radar terdeteksi di wilayah udara Belarus “dengan karakteristik khas kendaraan udara tanpa awak”.
“Misi patroli udara NATO telah diaktifkan,” kata militer Lithuania.
Kepala Pusat Manajemen Krisis Nasional Lithuania, Vilmantas Vitkauskas, mengatakan kepada radio publik LRT bahwa sebuah drone terlihat “di distrik Vilnius”, tanpa menjelaskan lebih lanjut nasib drone tersebut.
Peringatan yang juga berlaku di wilayah Lithuania yang berbatasan dengan Belarus dicabut sekitar pukul 11:00 siang dan warga diperbolehkan keluar dari tempat perlindungan.
Pemerintah sebelumnya sempat dikritik setelah beberapa insiden drone dari Belarus karena dianggap gagal memberikan peringatan kepada masyarakat.
Beberapa drone Rusia maupun Ukraina sebelumnya pernah jatuh di Lithuania, Estonia, dan Latvia, meski tidak menyebabkan kerusakan besar ataupun korban jiwa.
Namun di Latvia, mantan Perdana Menteri Evika Silina kehilangan jabatannya akibat polemik politik terkait jatuhnya drone di negaranya.
Baca tanpa iklan